E. Kevin Kelloway, Kepala Riset dalam Occupational Health Psychology di Universitas St. Mary, mengatakan bahwa perlakuan tidak adil di tempat kerja dapat menyebabkan kita mengalami stres yang luar biasa.
“Ketidakadilan adalah pemicu stres yang sangat toxic karena hal ini menyerang inti diri kita,” katanya.
Gampang sakit
Kalau kamu terus-menerus terserang flu, coba ingat-ingat bagaimana perasaan kamu terhadap pekerjaan yang kamu jalani. Bisa jadi, itu karena kamu membenci pekerjaanmu.
Baca Juga: 6 Cara Mendapatkan Pekerjaan di Australia Menggunakan Working Holiday Visa, Sudah Teruji!
Banyak penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat kamu jadi gampang sakit.
Lelah terus-menerus
Menurut Kelloway, kelelahan termasuk dalam kisaran gejala fisik yang mungkin dirasakan karyawan, karena siklus yang terjadi di tempat kerja sangat menguras tenaga.
Namun kelelahan mendalam tampaknya tidak bisa disembuhkan dengan tidur siang atau rebahan di akhir pekan.
Perut menjadi mual
Gangguan pencernaan, sembelit, kembung, maag, semuanya bisa dikaitkan dengan stres. Karena stres berdampak pada apa yang dicerna usus, dan bisa mengubah bakteri usus dan akhirnya berdampak pada suasana hati.
Itu sebabnya kamu mungkin merasakan sakit perut saat sedang kesal atau cemas.
Nafsu makan berubah
Nafsu makan terkait erat dengan otak. Di bawah stres akut, respons fight or flight (melawan atau lari) pada diri kamu akan melepaskan adrenalin.
Otak memberitahu tubuh untuk menekan pencernaan agar fokus menyelamatkan kita dari bahaya yang dirasakan, demikian menurut Harvard Health Letter.
Baca Juga: Masih Juga Ketipu, Ini 4 Trik Toko Online Mendesak Pembeli untuk Langsung Check Out
Namun, stres jangka panjang akibat membenci pekerjaanmu bisa memicu kelenjar adrenalin melepaskan dan membangun kortisol, hormon yang dapat meningkatkan rasa lapar.
Ketika pekerjaan menyebabkan tekanan emosional jangka panjang, bisa jadi kamu beralih ke comfort food untuk mendapatkan kenyamanan.
Sayangnya, kita cenderung memilih comfort food yang tidah sehat, seperti makanan manis atau berlemak. Harvard melaporkan, mengonsumsi makanan manis bisa menumpulkan respons dan emosi terkait stres.