PejuangKantoran.com - Erina Gudono disebut punya masalah bau ketiak. Apa sih yang jadi penyebab bau ketek?
Stres saat bekerja adalah fenomena umum yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kesehatan dan kesejahteraan seseorang.
Salah satu dampak yang mungkin kurang dikenal dari stres kerja adalah perubahan bau badan, khususnya bau ketiak. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat berkontribusi pada masalah bau badan melalui berbagai mekanisme fisiologis.
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Gothenburg di Swedia pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa stres dapat mempengaruhi bau badan.
Penelitian ini menemukan bahwa peningkatan kadar hormon stres, seperti kortisol, dapat memengaruhi komposisi keringat yang diproduksi oleh kelenjar apokrin, yang berlokasi di area seperti ketiak.
Baca Juga: Jadi Ustaz Muda di Azzamine, Arbani Yasiz Bingung Harus Berakting tanpa Melihat Wajah Lawan Main
Keringat yang diproduksi selama periode stres mengandung lebih banyak senyawa yang dapat dipecah oleh bakteri di kulit menjadi senyawa-senyawa berbau kuat.
Lebih lanjut, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal "International Journal of Cosmetic Science" pada tahun 2015 menunjukkan bahwa stres dapat memodifikasi mikrobiota kulit, yaitu komunitas bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Penelitian ini menjelaskan bahwa stres kronis dapat mengubah keseimbangan mikrobiota kulit, menyebabkan peningkatan jumlah bakteri tertentu yang berkontribusi pada bau badan yang tidak sedap. Perubahan ini mungkin memengaruhi bagaimana bakteri memecah keringat menjadi senyawa berbau.
Baca Juga: KLHK Buka Seleksi CPNS 2024 dengan 3.066 Formasi
Secara fisiologis, saat seseorang mengalami stres, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi keringat.
Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin lebih kental dan mengandung lebih banyak protein dibandingkan dengan keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin.
Ketika keringat ini bertemu dengan bakteri di permukaan kulit, proses pemecahan protein oleh bakteri dapat menghasilkan senyawa berbau, seperti asam lemak volatil. Ini adalah penyebab utama bau tidak sedap yang terkait dengan stres.
Selain itu, stres juga dapat memengaruhi kebiasaan kebersihan pribadi seseorang. Mereka yang mengalami stres mungkin lebih cenderung mengabaikan rutinitas mandi mereka atau kurang memperhatikan kebersihan diri secara keseluruhan, yang dapat memperburuk masalah bau badan.