Banyak Bule di Bali Ngeluh Terkena Bali Belly, Seberapa Mengkhawatirkan Efek dari Penyakit Ini?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 15 Juli 2024 | 11:37 WIB
Ilustrasi: Turis asing di Bali sering mengalami Bali Belly, apa sih gejalanya? (Pexels/Sora Shimasaki)
Ilustrasi: Turis asing di Bali sering mengalami Bali Belly, apa sih gejalanya? (Pexels/Sora Shimasaki)

PejuangKantoran.com - Beredar video di Instagram yang menggambarkan seorang turis asing di Bali dengan wajah pucat menjelaskan bahwa ia terkena Bali Belly.

Keluhan mengenai Bali Belly ini sebenarnya umum terjadi pada turis-turis asing yang berlibur ke Bali, namun adanya media sosial sekarang ini membuat siapapun mudah memviralkannya.

Bali Belly sendiri adalah istilah yang sering digunakan wisatawan untuk menggambarkan sakit perut atau gastroenteritis yang dialami selama perjalanan ke Bali. Atau sederhananya: diare.

Baca Juga: Salah Satu Icon ’90-an, Shannen Doherty, Berpulang Setelah Berjuang Melawan Kanker Payudara

Diare yang biasa terjadi pada turis asing ini sebagian besar disebabkan oleh kuliner di Bali yang biasanya banyak mengandung rempah dan sambal.

Bisa juga karena terkontaminasi air yang terpapar bakteri atau kuman, juga kebersihan lingkungan yang kurang terjaga.

Meskipun hal ini umum terjadi, namun keluhan yang dirasakan memang tidak menyenangkan. Istilah ini sebenarnya juga bukan hanya untuk situasi di Bali, tetapi juga pada orang-orang sedang menikmati makanan pedas.

Untuk mencegah terjadinya Bali Belly, tentunya turis harus menghindari makanan atau minuman yang dijual di pinggir jalan. Selain itu tentunya rajin mencuci tangan setelah beraktivitas atau sebelum makan.

Mengapa disebut Bali Belly?

Keluhan ini sebenarnya juga bisa dipicu oleh berbagai faktor. Oleh karena itu Bali Belly menjadi istilah sehari-hari untuk diare wisatawan. Ini melibatkan gejala seperti mual, muntah, kram perut, dan diare.

Baca Juga: Simple Plan Bakal Nyanyikan Ulang Lagu Elton John untuk Ulang Tahun ke-30 Disney

Gejalanya umumnya juga ringan dan bisa mereda dalam satu hingga lima hari. Namun memang membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman.

Istilah Bali Belly pertama kali muncul beberapa dekade yang lalu, ketika pariwisata Bali belum begitu berkembang. Saat itu para peselancar mengonsumsi makanan yang murah di pinggir jalan untuk menghemat anggaran perjalanan selama mungkin. Ternyata, pencernaan mereka terganggu.

"Bali Belly" di belahan dunia lain

Sakit perut dan diare saat liburan tentunya tidak hanya terjadi pada turis asing di Bali saja. Keluhan ini merupakan masalah umum yang dihadapi wisatawan di seluruh dunia dengan istilah yang berbeda-beda. Ini contohnya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: bali.com, Traveltalktours.com, Healthhub.com.au

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X