PejuangKantoran.com - Bekerja dari rumah memang memberikan banyak kenyamanan. Kamu tak perlu menghabiskan waktu di jalan, bisa menghemat uang makan, dan sebagian bahkan bekerja sambil berbaring di sofa. Ups!
Hal yang terakhir itu bisa menjadi bahaya mengintai yang tidak disadari oleh banyak pekerja WFH. Menurut penelitian baru dari Slouch, posisi duduk yang salah saat bekerja dari rumah bisa menyebabkan nyeri punggung yang signifikan.
Faktanya, 65% orang berusia 18 – 24 tahun mengalami nyeri punggung dan masalah postur tubuh, lebih banyak dibandingkan generasi Milenial dan generasi Baby Boomers.
Baca Juga: Jadi Destinasi Wisata, IKN Dikunjungi Ribuan Wisatawan Domestik dan Internasionl Setiap Hari
Hanya 39% pekerja WFH yang benar-benar bekerja di depan meja, dan ini tidak banyak membantu. Sebanyak 45% responden berkilah, tempat kerja mereka tidak mengedukasi atau mengatur cara kerja jarak jauh dengan benar.
Ahli osteopati dan pelatih performa James Davies menyebut kebiasaan ini bisa berdampak buruk, tidak hanya pada postur tubuh, tetapi juga pada pernapasan.
Membungkuk menyebabkan masalah kesehatan
“Postur tubuh yang buruk terjadi ketika tubuh mengeluarkan terlalu banyak energi untuk mempertahankan posisi.
"Ini menyebabkan beberapa area tubuh bekerja terlalu keras dan mengganggu mekanisme penting dalam tubuh, seperti pola pernapasan,” jelas James.
Tidak hanya itu, posisi duduk yang buruk juga berdampak buruk bagi produktivitas. Mengapa?
Baca Juga: CEO Airbnb Bilang, Pemimpin Boleh 'Pilih Kasih' ke Karyawan Asalkan Ada Syaratnya. Check It Out!
Karena otot dan persendian dapat menderita akibat postur tubuh yang buruk sehingga menyebabkan nyeri punggung yang kronis, serta nyeri leher dan bahu.
Rasa sakit ini dapat menjadi gangguan yang terus-menerus sehingga membuat kamu sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan.
Membungkuk juga dapat membatasi kapasitas paru-paru yang membuat pernapasan dan asupan oksigen menjadi terbatas.
Dampak yang dirasakan adalah kelelahan dan sakit kepala. Jika dibiarkan, hal itu tentu saja mengganggu kesehatan dan produktivitas secara keseluruhan.