PejuangKantoran.com - Bagi sebagian orang, tombol snooze adalah penyelamat pagi hari. Tapi apakah kebiasaan ini sebenarnya merugikan kualitas tidur? Jawabannya mungkin akan mengejutkan Anda.
Kebiasaan menekan tombol snooze atau bahkan menggunakan dua alarm sering kali dianggap buruk karena dianggap mengganggu tidur. Namun menurut para ahli, jika dilakukan dengan benar, metode ini justru bisa membantu proses bangun tidur jadi lebih nyaman.
Menurut Dr. Jade Wu, seorang spesialis kedokteran tidur perilaku, proses bangun tidur bukanlah seperti menyalakan atau mematikan saklar. "Bangun tidur itu proses bertahap. Suhu tubuh meningkat, kadar kortisol naik, tekanan darah perlahan naik, dan melatonin mulai menurun," jelasnya.
Baca Juga: Sukses dan Menjadi Film Animasi Lokal Terlaris di Indonesia, Jumbo Siap Tayang di Luar Negeri!
Metode Dua Alarm: Bukan Tambahan Tidur, Tapi Transisi Bangun
Kebanyakan orang berpikir bahwa tombol snooze memberi waktu tidur tambahan. Tapi sebenarnya, manfaat utama dari metode dua alarm adalah memberikan waktu bagi tubuh untuk transisi secara perlahan dari kondisi tidur ke kondisi sadar penuh, atau yang dikenal dengan istilah sleep inertia.
Saat alarm pertama berbunyi, tubuh mulai menyadari bahwa waktu bangun sudah dekat. Lalu, dengan jeda sekitar lima hingga 15 menit sebelum alarm kedua, tubuh punya waktu untuk secara perlahan menyesuaikan diri. Ketika alarm kedua berbunyi, rasa kantuk biasanya sudah berkurang, sehingga lebih mudah untuk benar-benar bangun dan memulai hari.
Namun, jika Anda sudah merasa nyaman dengan satu alarm, tidak ada kewajiban untuk mengubah rutinitas Anda. “Yang penting adalah Anda punya waktu setelah alarm pertama untuk benar-benar bangun secara perlahan sebelum mulai beraktivitas penting,” kata Dr. Wu.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang yang Rumahnya Selalu Bersih, Bisa Kamu Tiru Juga!
Tips Mencoba Metode Dua Alarm dengan Efektif
Jika Anda ingin mencoba metode dua alarm, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Jangan Pasang Lebih dari Dua Alarm
Menurut Dr. Wu, lebih dari dua alarm justru bisa mengganggu kualitas tidur. "Kalau Anda terus-terusan dibangunkan di menit-menit terakhir sebelum bangun, lebih baik tidur ringan secara utuh daripada tidur yang terus terganggu."
2. Batasi Jarak Waktu Antara Alarm
Dr. William Lu, seorang dokter spesialis tidur, menyarankan agar jarak antara alarm pertama dan kedua tidak terlalu jauh. “Idealnya, maksimal 15 menit. Kalau terlalu lama, Anda bisa kembali tidur lelap, dan justru susah bangun saat alarm kedua berbunyi,” katanya.
3. Gunakan Perangkat yang Berbeda
Dr. Wu menyarankan agar alarm pertama dan kedua disetel di perangkat yang berbeda. Letakkan alarm kedua agak jauh dari tempat tidur agar Anda harus bangun untuk mematikannya. Hal ini bisa menjadi sinyal bagi tubuh bahwa waktunya benar-benar bangun telah tiba.