PejuangKantoran.com - Akhir-akhir ini, pola makan intermittent fasting alias puasa berkala makin sering dibahas, terutama buat yang lagi berusaha menurunkan berat badan.
Dari sekian banyak metode intermittent fasting, ada satu yang baru-baru ini mulai dilirik, yaitu metode 4:3. Menurut sebuah studi baru, hasilnya ternyata cukup menjanjikan dibanding metode tradisional seperti mengurangi kalori tiap hari.
Apa itu metode 4:3?
Metode 4:3 menyarankan kita untuk makan “normal” selama 4 hari dalam seminggu, dan puasa (alias mengurangi asupan kalori sampai 80%) selama 3 hari tetapi tidak berurutan.
Baca Juga: Makan Lebih Banyak Buah Sitrus Bisa Membantu Meningkatkan Mood, Kata Ahli Gizi
Metode ini berbeda dengan metode 16:8 yang mengatur jam makan setiap hari, atau 5:2 yang cuma puasa dua hari. Metode ini lebih fokus ke pembatasan hari, bukan jam.
Gimana hasil studinya?
Studi dari University of Colorado School of Medicine ini melibatkan 165 orang dewasa yang punya kelebihan berat badan atau obesitas.
Mereka dibagi dua kelompok: satu kelompok pakai metode 4:3 intermittent fasting, satu lagi pakai metode pembatasan kalori harian. Keduanya dijalani selama setahun penuh.
Hasilnya gimana?
Baca Juga: Ternyata, Menguap Bisa Jadi Tanda Bahaya yang Nggak Kamu Sadari
Mereka yang ikut 4:3 intermittent fasting rata-rata turun 7,6% dari berat badan awal mereka. Sementara yang diet kalori harian “cuma” turun 5%. Lumayan kan, beda 2,6%?
Lebih dari itu, 58% peserta puasa 4:3 berhasil menurunkan minimal 5% berat badan, dibanding 47% di kelompok yang mengurangi kalori tiap hari.
Manfaat lain selain menurunkan berat badan?
Yang menarik lagi, peserta di kelompok 4:3 juga menunjukkan perbaikan pada beberapa indikator kesehatan jantung dan metabolisme, antara lain tekanan darah sistolik, kolesterol LDL (yang jahat), trigliserida, dan gula darah puasa.