Makan Lebih Banyak Buah Sitrus Bisa Membantu Meningkatkan Mood, Kata Ahli Gizi

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 15 April 2025 | 08:05 WIB
ilustrasi : 5 Cara Mengatasi Mood Swing dan Emosi Tidak Stabil Saat Puasa, Pastikan Tidur Cukup! (pixabay)
ilustrasi : 5 Cara Mengatasi Mood Swing dan Emosi Tidak Stabil Saat Puasa, Pastikan Tidur Cukup! (pixabay)

PejuangKantoran.com - Ketika kamu sedang menghadapi masa transisi besar dalam hidup atau sekadar menjalani rutinitas harian, penting untuk mulai memikirkan kebiasaan yang dapat meredakan stres.

Mengelola stres bukanlah aktivitas sekali jalan, melainkan proses yang berkelanjutan dan tidak selalu mudah. Salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan pola makan. Makanan yang kamu konsumsi memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana tubuh merespons stres.

Buah-buahan memang dikenal sebagai makanan penangkal stres yang baik, tetapi mungkin kamu belum tahu bahwa keluarga buah sitrus memiliki keunggulan khusus dalam membantu memperbaiki suasana hati. Mengapa demikian? Berikut penjelasan dari para ahli gizi dan hasil penelitian terbaru.

Baca Juga: BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham, Perkuat Kepercayaan Investor

Hubungan antara Buah Sitrus, Kesehatan Usus, dan Mood

Menurut Kristen Lorenz, RD, ahli gizi dan pendiri Kristen Lorenz Nutrition, buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit kaya akan vitamin C, nutrisi penting yang membantu mengatur kortisol, hormon utama yang diproduksi tubuh saat stres. Vitamin C juga dibutuhkan untuk produksi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, yang berperan besar dalam menstabilkan mood dan menciptakan rasa tenang.

Selain itu, manfaat buah sitrus tidak berhenti di situ. Penelitian observasional berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi buah sitrus berhubungan dengan peningkatan kesehatan mental dan emosional melalui peranannya terhadap kesehatan usus. Dalam studi tersebut, peneliti menilai pengaruh konsumsi buah sitrus terhadap risiko depresi pada perempuan, sekaligus menganalisis mikrobiota dalam sampel tinja untuk memahami kaitan antara buah sitrus dan fungsi usus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah sitrus mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, serat prebiotik, dan polifenol, yang membantu mendukung pertumbuhan mikrobioma usus yang sehat. Senyawa ini merangsang produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang berperan dalam fungsi neurotransmiter dan pengaturan suasana hati. Mereka juga membantu mengurangi permeabilitas usus (leaky gut), yang bila tidak diatasi dapat memicu peradangan dan memperburuk stres.

Baca Juga: Akhirnya Ada Kepastian, CPNS dan PPPK akan Segera Dapat NIP dan Pengumuman Pengangkatan

Samantha Peterson, MS, RD, pendiri Simply Wellness, menambahkan bahwa polifenol dalam buah sitrus, seperti hesperidin dan naringenin, mampu meningkatkan populasi bakteri usus baik seperti Bifidobacterium longum. Bakteri ini berfungsi mengurangi peradangan usus dan memperkuat lapisan pelindung usus, yang sangat penting dalam menjaga komunikasi antara otak dan saluran pencernaan.

Mengapa Ini Penting untuk Suasana Hatimu?

Hubungan antara otak dan usus dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi dua arah yang dipengaruhi oleh saraf vagus dan mikrobioma usus. Menurut Lorenz, sekitar 90% serotonin tubuh—neurotransmiter yang berperan besar dalam mengatur suasana hati—diproduksi di usus. Jadi, ketika kesehatan usus terjaga dengan baik, kamu cenderung akan merasakan energi yang stabil, kualitas tidur yang lebih baik, dan suasana hati yang lebih seimbang.

Dalam hal ini, buah sitrus dapat menjadi sarana alami dan lezat untuk mendukung kesehatan mental dari dalam tubuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X