PejuangKantoran.com - Ketika kamu sedang menghadapi masa transisi besar dalam hidup atau sekadar menjalani rutinitas harian, penting untuk mulai memikirkan kebiasaan yang dapat meredakan stres.
Mengelola stres bukanlah aktivitas sekali jalan, melainkan proses yang berkelanjutan dan tidak selalu mudah. Salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan pola makan. Makanan yang kamu konsumsi memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana tubuh merespons stres.
Buah-buahan memang dikenal sebagai makanan penangkal stres yang baik, tetapi mungkin kamu belum tahu bahwa keluarga buah sitrus memiliki keunggulan khusus dalam membantu memperbaiki suasana hati. Mengapa demikian? Berikut penjelasan dari para ahli gizi dan hasil penelitian terbaru.
Baca Juga: BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham, Perkuat Kepercayaan Investor
Hubungan antara Buah Sitrus, Kesehatan Usus, dan Mood
Menurut Kristen Lorenz, RD, ahli gizi dan pendiri Kristen Lorenz Nutrition, buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit kaya akan vitamin C, nutrisi penting yang membantu mengatur kortisol, hormon utama yang diproduksi tubuh saat stres. Vitamin C juga dibutuhkan untuk produksi neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, yang berperan besar dalam menstabilkan mood dan menciptakan rasa tenang.
Selain itu, manfaat buah sitrus tidak berhenti di situ. Penelitian observasional berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi buah sitrus berhubungan dengan peningkatan kesehatan mental dan emosional melalui peranannya terhadap kesehatan usus. Dalam studi tersebut, peneliti menilai pengaruh konsumsi buah sitrus terhadap risiko depresi pada perempuan, sekaligus menganalisis mikrobiota dalam sampel tinja untuk memahami kaitan antara buah sitrus dan fungsi usus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah sitrus mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, serat prebiotik, dan polifenol, yang membantu mendukung pertumbuhan mikrobioma usus yang sehat. Senyawa ini merangsang produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang berperan dalam fungsi neurotransmiter dan pengaturan suasana hati. Mereka juga membantu mengurangi permeabilitas usus (leaky gut), yang bila tidak diatasi dapat memicu peradangan dan memperburuk stres.
Baca Juga: Akhirnya Ada Kepastian, CPNS dan PPPK akan Segera Dapat NIP dan Pengumuman Pengangkatan
Samantha Peterson, MS, RD, pendiri Simply Wellness, menambahkan bahwa polifenol dalam buah sitrus, seperti hesperidin dan naringenin, mampu meningkatkan populasi bakteri usus baik seperti Bifidobacterium longum. Bakteri ini berfungsi mengurangi peradangan usus dan memperkuat lapisan pelindung usus, yang sangat penting dalam menjaga komunikasi antara otak dan saluran pencernaan.
Mengapa Ini Penting untuk Suasana Hatimu?
Hubungan antara otak dan usus dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu jalur komunikasi dua arah yang dipengaruhi oleh saraf vagus dan mikrobioma usus. Menurut Lorenz, sekitar 90% serotonin tubuh—neurotransmiter yang berperan besar dalam mengatur suasana hati—diproduksi di usus. Jadi, ketika kesehatan usus terjaga dengan baik, kamu cenderung akan merasakan energi yang stabil, kualitas tidur yang lebih baik, dan suasana hati yang lebih seimbang.
Dalam hal ini, buah sitrus dapat menjadi sarana alami dan lezat untuk mendukung kesehatan mental dari dalam tubuh.
Artikel Terkait
Habis Nonton TV Malah Nggak Bisa Rileks? Ini 4 Tanda bahwa Kamu Stres setelah Menonton Tayangan TV
Jangan Makan 5 Jenis Makanan Ini Bareng Hidangan Santan
Begini Cara Mengukur dan Mengetahui Kecepatan Brisk Walking Kamu Secara Tepat
Tips Sehat dan Bugar Saat Lebaran: Nikmati Momen Spesial Tanpa Khawatir Kesehatan
Sarapan Juga Harus Pilih-pilih Lho, Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Nggak Kamu Makan Saat Sarapan
Jika Kamu Keseleo, Jangan Memijat Bagian Itu, Berbahaya! Berikut Ini Penanganan Yang Tepat!
Apakah Menekan Tombol Snooze Alarm 'Bahaya' untuk Kualitas Tidur? Ini Kata Para Ahli
Protein Sangat Dibutuhkan Dalam Olah Raga Endurance Seperti Lri. Berikut Rumus Kebutuhan Per Harinya!
Bagi Kamu yang Aktif Berolah Raga, Berikut Ini Ide Menu Protein Dari Pagi Hingga Malam Hari
Rekomendasi Program Olah Raga Jalan Kaki Bagi Kamu di Rentang Usia 25-40 Tahun