Cara Leader Mengelola Konflik di Tempat Kerja agar Lebih Berdampak buat Anggota Tim

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 22 April 2025 | 20:36 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara leader mengelola konflik di antara rekan kerja agar lebih berdampak? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Bagaimana cara leader mengelola konflik di antara rekan kerja agar lebih berdampak? (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Kalau kamu pernah berpikir, “Andai semua anggota tim bisa rukun, kerjaan pasti lancar,” kamu nggak sendiri. Faktanya, konflik di tempat kerja tidak bisa dihindari.

Yang bisa kita lakukan adalah belajar mengelola konflik itu dengan bijak. Menurut Dr. John Eliot, psikolog dan profesor dari Texas A&M, konflik justru bisa jadi kesempatan buat membangun tim yang lebih kuat.

Konflik nggak selalu negatif

Di era sekarang, tempat kerja bukan cuma soal tugas dan deadline. Orang datang dengan membawa nilai-nilai pribadi, pandangan politik, bahkan budaya yang beda-beda. Wajar kalau kadang gesekan muncul.

Baca Juga: 5 Gaya Karyawan saat Menghadapi Konflik di Tempat Kerja, Kamu Tipe Gaspol atau Tipe Pendiam?

Namun, perusahaan yang paling sukses pun nggak selalu bebas konflik, melainkan yang bisa memahami dan mengelola konflik itu secara konstruktif.

Seperti yang dikatakan Eliot, “Konflik bisa memperkuat hubungan, asalkan kita paham siapa yang kita hadapi.”

Jadi bukan soal memperbaiki orang atau menyuruh semua orang jadi seragam, tapi lebih ke memahami gaya konflik masing-masing orang dan menciptakan harmoni dari perbedaan itu.

Kenali gaya konflik di tim kamu

Ada beberapa gaya karyawan menghadapi konflik yang umum di kantor, dan tiap gaya punya kelebihan dan tantangan sendiri. Eliot memberi beberapa contoh perpaduan gaya yang bisa membantu CEO (atau siapa pun yang jadi pemimpin tim) mengelola dinamika tim dengan lebih cerdas:

Baca Juga: ChatGPT Jadi Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Dunia, Geser Dominasi Instagram dan TikTok!

Kompetitor: cepat, agresif, dan suka menang. Cocok dipasangkan dengan analis yang berpikir strategis dan hati-hati. Kombinasinya? Kecepatan plus ketepatan.

Akomodatif: suka membantu orang lain dan rela berkorban. Tapi hati-hati, jangan sampai mereka burnout atau kontribusinya nggak kelihatan. Pastikan mereka dapat pengakuan yang layak.

Penghindar: cenderung menarik diri dari konflik. Jangan dikontrol berlebihan. Lebih baik memberi mereka ruang untuk berpikir dan andalkan mereka untuk perspektif tentang gambaran besarnya.

Jadi pemimpin yang lebih responsif

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X