Mengembangkan rutinitas sebelum tidur untuk bertransisi dari kewaspadaan tinggi ke kondisi yang lebih rileks dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa inilah saatnya untuk beristirahat.
Misalnya dengan membaca, melakukan peregangan, atau mempraktikkan teknik relaksasi, seperti mindfulness atau pernapasan dalam.
Dr. Chopra bilang, “Meskipun hanya 15 menit, ini akan membantu pikiran untuk mengesampingkan pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk tidur.”
- Batasi paparan sinar biru di malam hari
Sangat penting untuk orang yang bekerja di depan komputer.
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar televisi dan gadget dapat mengganggu produksi melatonin dan membuat lebih sulit untuk tertidur.
Aktifkan “Mode Tidur” atau “Night Shift” pada ponsel dan komputer, yang akan menyesuaikan warna tampilan pada perangkat ke nada yang lebih hangat dan mengurangi paparan cahaya biru.
Baca Juga: Apakah Menekan Tombol Snooze Alarm 'Bahaya' untuk Kualitas Tidur? Ini Kata Para Ahli
- Berlatih perawatan diri secara teratur
Sangat penting untuk pendidik dan petugas kesehatan.
Beberapa peran bisa sangat menuntut secara emosional dan lebih rentan terhadap kelelahan. Misalnya, guru atau perawat.
Para pekerja ini dapat mengambil manfaat dengan memprioritaskan kegiatan perawatan diri seperti yoga, meditasi atau menghabiskan waktu di alam untuk meningkatkan relaksasi.
- Kelola dan minimalkan stres
Terutama penting untuk semua pekerja.
Menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah faktor besar dalam mengelola dan mengurangi tingkat stres.
Kamu bisa melakukannya dengan mematikan notifikasi pekerjaan setelah pukul 6 sore. Pertimbangkan untuk menghindari mengecek atau merencanakan pekerjaan tepat sebelum tidur. ***