bugar

Bermain Ponsel Menjelang Tidur Risiko Kena Insomnia Bisa Naik Hingga 59 Persen!

Kamis, 22 Mei 2025 | 16:10 WIB
Masih bermain dengan ponsel menjelang tidur berdampak buruk pada kesehatan. (tobo0510)

Pejuangkantoran.com - Mungkin hampir semua orang masih suka main ponsel menjelang tidur.. Bahkan ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari rutinitas sebagian besar orang..

Niatnya hanya sebentar buka chat, nonton video lucu, atau scroll media sosial, tahu-tahu sudah lewat satu jam. Meski terlihat tidak berbahaya, ternyata kebiasaan ini tidak seaman itu, lho.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan di Norwegia mengungkapkan bahwa kebiasaan menatap layar gadget menjelang waktu tidur dapat meningkatkan risiko mengalami insomnia hingga 59%.

Tak peduli apakah aktivitasnya produktif atau hiburan semata, selama dilakukan setelah waktu tidur seharusnya dimulai, efeknya tetap sama.

Ini karena masalah utamanya bukan pada aktivitas yang dilakukan, melainkan pada waktu tidur yang terus tersita.

Ketika waktu istirahat berkurang, efeknya bisa langsung terasa maupun muncul dalam jangka panjang mulai dari kelelahan, menurunnya konsentrasi, hingga perubahan suasana hati.

Satu jam tambahan bisa berdampak besar

Penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 45.000 orang berusia 18 – 28 tahun ini menemukan, hanya dengan tambahan satu jam menatap layar gadget di malam hari, risiko gangguan tidur meningkat secara signifikan.

Ini menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh durasinya, tetapi juga oleh konsistensi dan ketepatan waktunya.

tiudrBaca Juga: Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik

Jam biologis tubuh, yang dikenal sebagai ritme sirkadian, bisa terganggu ketika waktu tidur terus dimundurkan oleh aktivitas digital.

Dr. Gunnhild Johnsen Hjetland dari Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia menekankan bahwa aktivitas apa pun yang mengganggu jatah tidur akan berdampak negatif pada kesehatan.

Sering tidak disadari, tubuh akan menagih kekurangan tersebut dalam bentuk rasa lelah berlebihan, sulit bangun pagi, atau bahkan gejala kecemasan.

Fenomena ini disebut “perpindahan waktu”, yaitu saat kamu mengira sedang beristirahat, tetapi sebenarnya mengurangi waktu tidur yang sangat penting.

Halaman:

Tags

Terkini