Butuh keberanian untuk menyadari dan mengubah pola ini, dan itu bisa dimulai dengan perlahan-lahan membuka diri.
4. Terlalu mandiri hingga enggan minta bantuan
Saat masih kecil merasa tak ada yang bisa diandalkan, orang cenderung belajar untuk mengandalkan diri sendiri. Di satu sisi, ini menjadikan mereka pribadi yang tangguh.
Tetapi di sisi lain, bisa membuat mereka sulit menerima bantuan atau dukungan, bahkan saat benar-benar membutuhkannya. Belajar percaya pada orang lain adalah bagian dari proses menyembuhkan luka batin.
5. Selalu ingin merasa diterima
Mereka sering merasa seperti orang luar yang ingin masuk ke dalam. Selalu mencari komunitas atau lingkungan tempat mereka bisa merasa diterima.
Padahal, rasa diterima dimulai dari dalam, dengan cara menerima dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.
6. Takut mengekspresikan emosi
Tumbuh di lingkungan yang tidak ekspresif saat mengungkapkan perasaan sering membuat seseorang terkesan enggak care. Mereka lebih nyaman memendam apa yang dirasakan, karena takut dianggap lemah.
Baca Juga: 3 Gaya Kepemimpinan Modern Yang Mulai Banyak Dipakai. Berikut Ini Cara Melakukannya!
Mereka perlu menyadari bahwa menunjukkan emosi adalah tanda keberanian, bukan kelemahan, dan merupakan langkah penting menuju kesehatan emosional.
7. Menuntut diri sendiri terlalu tinggi
Banyak yang menetapkan standar yang sangat tinggi pada diri sendiri, dengan harapan bahwa pencapaian mereka akan membuat orang menerima mereka.
Tetapi perlu diingat, kamu tidak perlu menjadi sempurna agar merasa diterima dan dicintai. Kerapuhan dan kegagalan juga bagian dari menjadi manusia.