Pejuangkantoran.com - Pernahkah kamu tiba-tiba merasa ingin menangis, tetapi tidak tahu harus ke mana? Lalu, kamu jalan pelan-pelan ke kamar mandi, kunci pintu, dan akhirnya menangis di sana.
Tidak ada yang bertanya, tidak ada yang mengganggu, dan kamu bisa merasa lega walau cuma sebentar.
Kalau kamu pernah mengalami hal ini, kamu tidak sendirian.
Banyak orang, termasuk para pekerja kantoran, pernah menjadikan kamar mandi sebagai tempat aman untuk mengeluarkan perasaan.
Mengapa kamar mandi? Karena di luar sana, kamu sering dituntut untuk terus “baik-baik saja”.
Menangis di depan orang bisa dianggap lemah, drama, atau tidak profesional. Akhirnya, kamu menahan semuanya dan ketika sudah terlalu penuh, meledaknya di kamar mandi.
Baca Juga: Gila Kerja Berlebihan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Gejala Depresi, Ini Tanda yang Lainnya!
Kamar mandi tempat yang aman dan sepi
Di tengah pekerjaan yang padat, omongan rekan kerja, target yang membuat pusing, atau tekanan hidup yang menumpuk, kamar mandi jadi satu-satunya tempat kamu bisa sendiri.
Di sana kamu bisa menarik napas panjang, meneteskan air mata, atau cuma duduk diam sebentar untuk menenangkan diri.
Langkahnya biasanya sama, yaitu masuk pelan-pelan, tutup pintu, diam sebentar, dan biarkan perasaan keluar.
Setelah itu, cuci muka, tarik napas lagi, dan keluar seolah semuanya baik-baik saja.
“Aku baik-baik saja” tak selalu benar
Berapa kali kamu bilang “aku baik-baik saja” padahal sebenarnya tidak?