Gila Kerja Berlebihan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Gejala Depresi, Ini Tanda yang Lainnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 30 November 2024 | 16:10 WIB
Waspadai gejala-gejala depresi di kantor berikut ini. (thirdman94)
Waspadai gejala-gejala depresi di kantor berikut ini. (thirdman94)

Pejuangkantoran.com - Tak ada yang mudah di dunia kerja. Kamu dan semua orang yang sudah bekerja pasti pernah mengalami pasang surut di tempat kerja.

Namun, jika kamu suatu ketika merasa hari-hari saat bekerja terasa sangat sulit untuk dijalani, mungkin kamu mengalami apa yang dialami 280 juta orang di seluruh dunia, yaitu depresi.

Ini adalah kondisi kesehatan mental yang dapat muncul sebagai kesedihan dan kelelahan yang terlihat, tetapi seringkali juga dapat muncul dengan cara yang tidak diduga.

Menurut psikolog Ryan Howes, gejalanya adalah perasaan putus asa yang berkelanjutan, berkurangnya kesenangan dalam beraktivitas, penurunan atau penambahan berat badan, gangguan tidur, kelelahan, perasaan tidak berharga, atau kesulitan berkonsentrasi.

Selain gejala-gejala tersebut, tanda depresi juga bisa dilihat dari cara kamu bekerja, yaitu sebagai berikut.

Baca Juga: Ketika Kolega Kantor Alami Masalah Mental Health, Lakukan 6 Langkah Ini Sebagai Teman Atau Atasan

  1. Bekerja lebih keras untuk menghindari waktu pulang

Bisa jadi rekan kerja kamu tidak melihat kamu mengalami depresi karena masih terlihat bekerja keras dan dapat diandalkan. Namun, ada kemungkinan ini adalah salah satu gejala depresi.

Alicia Velez, pekerja sosial klinis berlisensi, menyontohkan ada karyawan yang bersedia bekerja lebih lama dari biasanya, bersedia melakukan perjalanan bisnis yang panjang, atau ingin menjadi penanggung jawab kasus atau masalah yang menantang.

"Validasi dan pengakuan di tempat kerja cenderung terasa lebih baik daripada harus menghadapi bahwa ada masalah dalam pernikahannya atau ada anggota keluarga yang tiada,” katanya.

Jadi, gejala depresi semacam ini adalah usaha pengalihan pikiran si orang tersebut dari hal yang sangat berat yang dia alami.

  1. Dulu social butterfly, sekarang antisosial

Menarik diri dari rekan kerja dan mengisolasi diri juga merupakan dua tanda umum depresi.

"Gejala depresi juga terlihat pada orang yang dulu aktif berpartisipasi dalam rapat dan tiba-tiba menjadi pendiam atau bahkan melewatkan rapat, jela Velez. 

Ini semacam cara agar si orang tersebut menghindari interaksi dengan rekan kerja atau manajer.

Baca Juga: Lingkungan Kerja yang Mendukung Kesehatan Mental Harus Diusahakan oleh Semua yang Terlibat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X