Kombinasi Kafein dan L-theanine
Kombinasi antara L-Theanine dengan kafein pada matcha merupakan perpaduan “super”. Ini karena:
- Kafein (stimulasi otak)
- Meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan energi.
- Pada kopi, kafein bekerja sendiri dan sering bikin efek “spike” (lonjakan energi cepat) lalu turun drastis (“crash”).
- L-Theanine (asam amino khusus pada teh)
- Meningkatkan gelombang otak alpha yang sebabkan kondisi relaks tapi tetap fokus (mirip saat meditasi).
- Mengurangi kecemasan dan rasa gelisah yang bisa muncul dari kafein.
- Membuat efek kafein jadi lebih stabil dan tahan lama.
Baca Juga: Teh Matcha, Menu Kekinian di Kedai Kopi, Ternyata Bisa Membantu Melawan Depresi
Jadi, ketika minum matcha, kafein tidak bekerja sendirian. Ketika ia “ditemani” L-theanine, hasilnya:
- Energi naik perlahan dan stabil (tidak meledak lalu turun).
- Fokus lebih tajam, cocok untuk belajar, kerja, atau meditasi.
- Tidak mudah bikin jantung berdebar, kecuali kalau minumnya berlebihan.
Itulah kenapa orang Jepang sejak dulu memakai matcha dalam upacara the, bukan sekadar minum, tapi untuk menenangkan pikiran sekaligus menjaga kewaspadaan.
Namun, jangan hanya mengandlkan matcha untuk mengelola kecemasan kamu. Menurut Leigh Frame, "Matcha bukanlah obat mujarab, tetapi dapat menjadi tambahan yang lembut dan suportif untuk rutinitas perawatan diri yang komprehensif." ***