PejuangKantoran.com - Travelling sering dikaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan. Mengunjungi tempat baru, merasakan budaya yang berbeda, dan keluar sejenak dari rutinitas seharusnya terasa menyegarkan.
Namun, di balik semua keseruannya, travelling juga bisa memicu rasa cemas. Tidak sedikit orang yang mengalami rasa gugup, cemas, atau merasa terbebani menjelang maupun selama perjalanan.
Kecemasan saat travelling ini umum terjadi, tapi bila tidak ditangani bisa mengganggu kenyamanan bahkan membuat rencana perjalanan berantakan.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI Casa Grata Buktikan Snack Sehat yang Gluten Free Mampu Menembus Pasar Global
Penyebab umum kecemasan saat bepergian
Kecemasan saat travelling bisa muncul dari berbagai sumber, salah satu yang paling umum adalah ketidakpastian.
Mengunjungi tempat baru berarti menghadapi banyak hal yang belum dikenal, mulai dari arah jalan, budaya setempat, hingga keamanan. Situasi ini membuat otak bersikap siaga, walaupun tidak ada bahaya nyata.
Apalagi jika ditambah pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, seperti penerbangan yang terlambat, kehilangan barang, atau sakit saat liburan, akan lebih memicu kekhawatiran terulangnya situasi serupa.
Belum lagi jika kamu merasa kurang bisa mengontrol situasi di perjalanan, sehingga membuat kecemasan lebih mudah muncul.
Dampaknya terhadap tubuh dan pikiran
Baca Juga: LPDP Buka Peluang Kuliah S2 di King's College London, tapi Lokasi Kampusnya di Malang
Saat rasa cemas muncul, tubuh merespons seolah sedang menghadapi ancaman yang biasanya ditandai dengan detak jantung meningkat, napas menjadi pendek, dan otot terasa tegang.
Ini reaksi alami yang muncul saat tubuh menghadapi stres, yang disebut mode fight or flight. Saat rasa cemas muncul, pikiran cenderung dipenuhi skenario buruk. Kekhawatiran akan tertinggal pesawat, tersesat, atau terjadi gangguan lain bisa terasa sangat nyata.
Fight or flight bisa membuat kamu merasakan sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sulit tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kecemasan dapat menghambat aktivitas dan membuat kamu bahkan menghindari travelling sama sekali.
Langkah untuk meredakan kecemasan
Artikel Terkait
Abimana Aryasatya Lakukan Banyak Stunt yang Membahayakan Diri Sendiri di Series 'Roman Dendam'
Jangan Mau Tetap Standby Saat Cuti, Hindari Melakukan Hal Ini Saat Menerima Email di Tengah Libur Kerja
Message Summaries, Fitur Baru di WhatsApp buat yang Malas Baca Chat yang Sudah Numpuk
BRI Raih Peringkat Pertama Bank di Indonesia dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500
5 Risiko Tak Terduga Jika Kamu Menggunakan AI Notetaker untuk Membuat Notulensi Rapat
6 Alasan Mengapa Easy Run Dianggap Sebagai Fondasi Yang Baik Bagi Pelari Pemula
Beda Kota dan Profesi, Beda Juga Gaji Rata-rata di Korea Selatan. Berlaku Juga untuk Pekerja Asing!