Meski Dilakukan untuk Refreshing, Travelling Juga Bisa Menimbulkan Kecemasan. Mengapa?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:19 WIB
Ilustrasi: Bagi sebagian orang, travelling justru bisa menimbulkan kecemasan. (Freepik/fabrikasimf/mdjaff)
Ilustrasi: Bagi sebagian orang, travelling justru bisa menimbulkan kecemasan. (Freepik/fabrikasimf/mdjaff)

PejuangKantoran.comTravelling sering dikaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan. Mengunjungi tempat baru, merasakan budaya yang berbeda, dan keluar sejenak dari rutinitas seharusnya terasa menyegarkan.

Namun, di balik semua keseruannya, travelling juga bisa memicu rasa cemas. Tidak sedikit orang yang mengalami rasa gugup, cemas, atau merasa terbebani menjelang maupun selama perjalanan. 

Kecemasan saat travelling ini umum terjadi, tapi bila tidak ditangani bisa mengganggu kenyamanan bahkan membuat rencana perjalanan berantakan.

Baca Juga: UMKM Binaan BRI Casa Grata Buktikan Snack Sehat yang Gluten Free Mampu Menembus Pasar Global

Penyebab umum kecemasan saat bepergian

Kecemasan saat travelling bisa muncul dari berbagai sumber, salah satu yang paling umum adalah ketidakpastian.

Mengunjungi tempat baru berarti menghadapi banyak hal yang belum dikenal, mulai dari arah jalan, budaya setempat, hingga keamanan. Situasi ini membuat otak bersikap siaga, walaupun tidak ada bahaya nyata.

Apalagi jika ditambah pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, seperti penerbangan yang terlambat, kehilangan barang, atau sakit saat liburan, akan lebih memicu kekhawatiran terulangnya situasi serupa.

Belum lagi jika kamu merasa kurang bisa mengontrol situasi di perjalanan, sehingga membuat kecemasan lebih mudah muncul.

Dampaknya terhadap tubuh dan pikiran

Baca Juga: LPDP Buka Peluang Kuliah S2 di King's College London, tapi Lokasi Kampusnya di Malang

Saat rasa cemas muncul, tubuh merespons seolah sedang menghadapi ancaman yang biasanya ditandai dengan detak jantung meningkat, napas menjadi pendek, dan otot terasa tegang.

Ini reaksi alami yang muncul saat tubuh menghadapi stres, yang disebut mode fight or flight. Saat rasa cemas muncul, pikiran cenderung dipenuhi skenario buruk. Kekhawatiran akan tertinggal pesawat, tersesat, atau terjadi gangguan lain bisa terasa sangat nyata.

Fight or flight bisa membuat kamu merasakan sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sulit tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kecemasan dapat menghambat aktivitas dan membuat kamu bahkan menghindari travelling sama sekali.

Langkah untuk meredakan kecemasan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Times Life

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X