Kualitas tidur yang buruk terkait dengan gangguan metabolik, mood, dan performa siang hari, meskipun perlu lebih banyak kajian langsung tentang bangun mendadak saja.
- Respon Stres dan Hormon
Walaupun respons hormon seperti cortisol awakening response (CAR) merupakan respons biologis alami setelah bangun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa peningkatan kadar hormon stres tidak selalu disebabkan langsung oleh bangun secara mendadak.
Peningkatan kadar hormon stres merupakan irama harian normal yang mungkin disalahartikan sebagai respons stres akibat terkejut.
Sebagai catatan, bangun tidur mendadak sekali-dua kali umumnya tidak berbahaya bagi orang sehat. Namun, jika sering terjadi bisa menimbulkan lonjakan darah, stres fisiologis, gangguan kognitif sementara (sleep inertia) dan kualitas tidur yang buruk.
Ini utamanya pada orang dengan kondisi jantung, hipertensi, atau tekanan darah tinggi.
Dalam rangka bangun lebih awal untuk sahur, supaya kamu tidak perlu geragapan terbangun, ad acara bangun yang lebih sehat terkait metode alarm yang paling baik.
Baca Juga: Sumber Karbohidrat yang Sehat Untuk Sahur dan Berbuka Puasa yang Bisa Membantu Menjaga Berat Badan
- Gunakan alarm “gentle” atau simulasi matahari terbit
Gunakan sunrise alarm clock untuk alarm dan light therapy lamp ang bisa secara bertahap terangnya, meniru matahari terbit.
- Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten
Biasakan tidur awal di bulan Ramadhan, agar bisa bangun lebih awal. mungkin perlu penyesuaian di awal-awal.
- Pilih suara alarm yang lebih melodic
Suara alarm yang melodius / bernada musik cenderung menyebabkan sleep inertia (perasaan grogi setelah bangun) yang lebih rendah dibanding alarm beep klasik.
- Batasi gangguan tidur sebelum tidur
Hindari paparan Cahaya terang sebelum tidur dan mengonsumsi minuman mengandung kafein di sore atau malam hari.
***