bugar

6 Kebohongan yang Sering Diungkapkan Pasien saat Konsultasi ke Dokter, Akibatnya Bahaya Banget!

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi: Berbohong pada dokter mengenai kondisi kamu tidak akan ada gunanya, justru dampaknya lebih berbahaya. (Freepik/Pressfoto)

Orang cenderung menutupi kebiasaan yang tidak mereka banggakan, seperti kurang makan sayur atau jarang olahraga. Jika dokter tidak tahu kondisi aslinya, mereka mungkin tidak melakukan pemeriksaan untuk kondisi terkait seperti diabetes atau kolesterol tinggi.

4. Konsumsi alkohol, rokok, dan obat-obatan

Banyak orang secara refleks mengurangi angka saat ditanya soal konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan tertentu. Mungkin mereka merokok atau mengonsumsi obat untuk mengatasi nyeri, bahkan kecemasan dan depresi. Padahal, konsumsi zat-zat tersebut memengaruhi kualitas tidur, risiko kanker, hingga fungsi otak.

Baca Juga: Mengapa Bertahan Terlalu Lama di Satu Pekerjaan Terkadang Bisa Bikin Kamu Susah Maju?

Kalau kamu berbohong pada dokter, mereka jadi sulit memberikan gambaran tentang kesehatan mental dan fisik kamu. Tapi kalau kamu terus terang, dokter bisa memberikan terapi atau obat yang membuat kamu merasa jauh lebih baik. Nggak perlu lagi mencari obat-obatan sendiri!

5. Masalah pencernaan dan kandung kemih

Banyak orang merasa sungkan atau malu membicarakan masalah pencernaan, kandung kemih, hingga ruam di area tubuh yang tersembunyi karena takut dianggap menjijikkan. Padahal, mendengarkan hal-hal seperti itu sudah biasa buat dokter.

Meski kamu bisa mencari informasi sendiri melalui ChatGPT, konsultasi langsung dengan dokter sebenarnya jauh lebih aman, terjaga privasinya, dan bisa meningkatkan kualitas hidup kamu.

Selain itu, keterbukaan ini penting banget karena gejala yang dianggap memalukan tersebut bisa jadi merupakan tanda awal dari penyakit yang lebih serius, seperti kanker usus besar yang kasusnya kini sedang meningkat.

Baca Juga: Film 'Ghost In The Cell' Jadi Refleksi Keresahan Joko Anwar terhadap Situasi Absurd di Indonesia

6. Kesehatan seksual

Masalah seperti nyeri saat berhubungan seksual atau disfungsi ereksi sering dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima begitu saja. Padahal, kesehatan seksual adalah bagian dari kesehatan secara keseluruhan.

Masalah seksual juga bisa menjadi indikasi penyakit lain. Misalnya, disfungsi ereksi sering dikaitkan dengan diabetes dan penyakit jantung.

Nah, kalau kamu merasa tidak nyaman membicarakan apa pun dengan dokter, mungkin sudah saatnya mencari dokter lain. Punya dokter langganan yang dipercaya akan memudahkan kamu untuk jujur, dan sebaliknya, memudahkan dokter untuk benar-benar membantu kamu.

Halaman:

Tags

Terkini