Pejuangkantoran.com – Jangan pernah sepelekan urin kamu. Sebab urin adalah indikator “real-time” kondisi tubuh, terutama ginjal, hidrasi, dan metabolisme.
Urin “sehat” pada dasarnya mencerminkan fungsi ginjal normal, hidrasi yang cukup, dan tidak ada proses infeksi atau gangguan metabolik. Indikatornya bisa dilihat dari aspek visual sederhana sampai parameter laboratorium.
Indikator paling mudah dan praktis yang bisa kamu nilai sendiri adalah dari sejumlah faktor.
Warna
Ketika warna urin kamu kuning pucat hingga kuning jernih, tidak terlalu gelap dan tidak keruh, maka menunjukkan kamu cukup cairan dan ekskresi normal.
Ekskresi adalah proses biologis di mana tubuh mengeluarkan zat sisa metabolisme dan zat yang tidak diperlukan agar keseimbangan dalam tubuh (homeostasis) tetap terjaga.
Namun terkadang warna urin kamu bisa berubah karena mengonsumsi makanan tertentu. Misal, kamu habis makan buah naga merah atau habis makan bit (beetroot). Warna urin kamu akan cenderung merah jambu.
Ini tidak berbahaya, karena pada sebagian orang pigmen alami seperti yang ada pada buah naga itu tidak sepenuhnya bisa dipecah dalam pencernaan yang akan diserap darah dan dibuang lewat urin.
Ketika warna urin kamu tidak seperti urin normal, sepanjang tidak ada gejala lain dan warnanya kembali normal setelah 24-48 jam, kondisi tubuh kamu aman.
Baca Juga: Diam-Diam Mengintai: Pola Makan yang Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda
Bau dan Frekuensi BAK
Bau urin itu khas. Jika tidak menyengat atau tidak berbau manis atau berbau busuk, maka indikasi tubuh kamu sehat. Dan jika frekuensi buang air kecil (BAK) sekitarr 4-8 kali per hari (tidak terlalu sering dan tidak terlalu jarang), maka ini juga indikasi tubuh yang sehat.
Nyeri dan Urin Berbusa
Lalu, ketika kamu saat buang air kecil tidak ada gejala nyeri, tidak ada rasa panas/perih, serta tidak ada nyeri di pinggang serta tidak ada demam, mengindikasikan keadaanmu baik-baik saja.