PejuangKantoran.com - Protein tengah menjadi salah satu nutrisi yang paling banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari menu sarapan tinggi protein, camilan berprotein, hingga minuman dan kopi yang diperkaya protein, hampir semua produk kesehatan kini mengangkat kandungan nutrisi ini sebagai nilai jual utama.
Namun di tengah tren tersebut, muncul satu pertanyaan penting: sebenarnya berapa banyak kebutuhan protein setiap harinya?
Mengapa Protein Penting?
Protein merupakan salah satu makronutrien utama yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Selain membantu membangun dan memperbaiki jaringan otot, protein juga dibutuhkan untuk produksi hormon, enzim, sistem kekebalan tubuh, hingga menjaga kesehatan kulit, rambut, dan tulang.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan tubuh terhadap protein menjadi semakin penting. Massa otot secara alami mulai berkurang seiring proses penuaan, sehingga asupan protein yang cukup dapat membantu menjaga kekuatan tubuh, mobilitas, serta kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca Juga: Walikota Jepang Jadi Gunjingan setelah Mengambil Cuti Melahirkan, Mengapa Jadi Kontroversi?
Berapa Kebutuhan Protein Harian?
Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda tergantung usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan tingkat aktivitas fisik.
Panduan terbaru di Amerika Serikat merekomendasikan asupan sekitar 1,2 hingga 1,6 gram protein per kilogram berat badan per hari bagi orang dewasa. Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan sekitar 68 kilogram membutuhkan sekitar 82 hingga 109 gram protein setiap hari.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa angka tersebut bukan aturan mutlak. Bagi individu yang aktif berolahraga, sedang membangun massa otot, atau memasuki usia lanjut, kebutuhan protein bisa lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang dewasa.
Apakah Semakin Banyak Protein Selalu Lebih Baik?
Belum tentu.
Banyak ahli gizi mengingatkan bahwa sebagian besar orang sebenarnya sudah mendapatkan cukup protein dari pola makan sehari-hari. Tantangan yang lebih umum justru terletak pada distribusi asupan protein sepanjang hari dan kualitas sumber proteinnya.
Alih-alih mengonsumsi protein dalam jumlah besar hanya pada satu waktu, beberapa ahli menyarankan untuk membaginya secara merata dalam setiap waktu makan. Dengan cara ini, tubuh dapat memanfaatkan protein secara lebih efektif untuk menjaga dan memperbaiki jaringan otot.
Baca Juga: Green Flag Company Ini Dua Syarat Perusahaan di Indonesia Agar Menarik Gen Z Buat Bekerja di Sana
Sumber Protein Tidak Harus dari Daging
Meski daging, ikan, telur, dan produk susu masih menjadi sumber protein populer, pilihan berbasis nabati juga semakin mendapat perhatian.
Kacang-kacangan, lentil, tempe, tahu, quinoa, hingga berbagai jenis biji-bijian dapat menjadi alternatif sumber protein yang baik sekaligus memberikan tambahan serat dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan.