Latihan Pliometrik! Rahasia Supaya Lari Kamu Bisa Lebih Cepat dan Kuat!

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Kamis, 18 Juni 2026 | 10:10 WIB
Foto ilustrasi yang sedang memperlihatkan latihan Pliometrik. Latihan Pliometrik mampu membantu meningkatkan kecepatan dan kekuatan kaki kita dalam berlari. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)
Foto ilustrasi yang sedang memperlihatkan latihan Pliometrik. Latihan Pliometrik mampu membantu meningkatkan kecepatan dan kekuatan kaki kita dalam berlari. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)

PejuangKantoran.com - Latihan pliometrik, atau sering disebut sebagai latihan lompat, melibatkan aktivitas memanjangkan dan memendekkan otot secara cepat dan berulang-ulang. Gerakan ini melatih otot untuk menghasilkan tenaga maksimal dalam waktu sesingkat mungkin.

Baca Juga: Latihan Lari di Treadmill vs Outdoor, Mana yang Lebih Unggul? Berikut Tinjauan dari Sejumlah Aspek!

Baca Juga: Bolehkah Tetap Latihan Lari Setelah Semalam Merayakan Malam Tahun Baruan? Berikut Rekomendasinya!

Manfaat Utama bagi Pelari

  • Meningkatkan Kecepatan & Daya Ledak. Melatih otot untuk menghasilkan kekuatan eksplosif yang krusial untuk meningkatkan kecepatan langkah saat berlari.
  • Efisiensi Lari. Membantu sistem saraf bekerja lebih otomatis dan efisien, sehingga Anda bisa berlari lebih jauh tanpa menguras energi berlebih.
  • Pencegahan Cedera. Memperkuat otot inti, stabilitas tubuh, dan daya tahan jaringan ikat terhadap tekanan lari.
  • Kesehatan Kardiovaskular. Karena sifatnya yang intens, pliometrik juga bisa berfungsi sebagai latihan kardio yang meningkatkan kebugaran jantung.

Gerakan Dasar untuk Pemula

Sangat disarankan bagi pemula untuk memulai hanya dengan berat badan sendiri tanpa beban tambahan. Berikut beberapa gerakan yang bisa dicoba:

  • Squat Jumps. Melakukan posisi jongkok (squat) diikuti lompatan vertikal eksplosif.
  • Tuck Jumps. Melompat ke atas sambil menarik lutut ke arah dada.
  • Single-Leg Hops. Melompat dengan satu kaki untuk melatih keseimbangan dan kekuatan masing-masing kaki secara mandiri.
  • Box Jumps. Melompat ke atas kotak (tinggi ideal 30–90 cm) dan mendarat dengan lembut.
  • Skipping. Gerakan lompat-lompat kecil seperti lari di tempat dengan lompatan.

Tips Aman Memulai Latihan

  • Pemanasan Wajib. Lakukan pemanasan minimal 5–10 menit sebelum memulai untuk menyiapkan tubuh dan mencegah cedera.
  • Mulai dengan Lambat. Jangan memaksakan intensitas tinggi di awal; biarkan tubuh beradaptasi secara bertahap dengan tekanan baru ini.
  • Fokus pada Pendaratan. Saat melakukan gerakan lompat, pastikan mendarat perlahan dengan lutut sedikit ditekuk untuk meredam benturan.
  • Konsultasi Ahli. Jika memungkinkan, mintalah panduan dari pelatih berpengalaman untuk memastikan teknik gerakan Kamu benar.

Penelitian menunjukkan bahwa pelari yang rutin melakukan latihan pliometrik selama 6 hingga 8 minggu dapat mengalami peningkatan performa yang signifikan, bahkan melampaui hasil dari latihan beban biasa untuk lari jarak jauh.

Baca Juga: Catatan dari BTN Jakarta Internasional Marathon 2026 (BTN Jakim 2026). Awas Bahaya Heatstroke! Bisa Menyebabkan Gagal Organ sampai Kematian!

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X