PejuangKantoran.com - Jika dahulu agenda liburan identik dengan rebahan santai di hotel atau resort dan berburu kuliner berat, kini tren itu bergeser. Liburan buat anak muda di kota-kota besar kalau bisa disesuaikan dengan jadwal kompetisi maraton atau malah kompetisi Hyrox. Salah satu contoh yang paling dekat adalah Maybank Bali Marathon 23 Agustus kemarin. Banyak pegawai kantoran di kota besar yang bela-belain ambil cuti 2 hari di hari Jumat dan Senin supaya bisa ikutan race Maybank di hari Minggu.
Baca Juga: Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026
Baca Juga: Healing Tipis-Tipis: 5 Ide Liburan Singkat yang Bisa Dilakukan Tanpa Ambil Banyak Cuti
Enggak hanya itu, Sydney Marathon yang berlangsung minggu depannya 30 Agustus pun dipenuhi pelari rekreasional yang bela-belain mengambil cuti panjang supaya bisa ikutan maraton dan liburan di Sydney.
Niken salah satu penggila Hyrox juga punya rencana khusus, ketika berulang tahun nanti. “Rencananya sambil merayakan ulang tahun saya ingin sekalian ikutan Hyrox Shanghai. Kebetulan setiap ulang tahun emang sudah jadi kebiasan saya untuk pergi liburan. Kebetulan waktunya pas dengan jadwal Hyrox Shanghai,” papar cewek manis ini.
Tidak kerasa liburan kini berubah arah tidak lagi healing santai. Healing buat anak muda masa kini adalah (kalo) bisa dipas-pasin dengan jadwal maraton atau Hyrox dan olahraga lainnya. Fenomena fitness travel atau wisata kebugaran berbasis aksi nyata tengah meroket sebagai bagian dari sport tourism global.
Liburan Sambil Kompetisi: Angle Baru Menjelajahi Dunia
Bagi Gen Z, menggabungkan traveling dengan kompetisi memberikan kepuasan tersendiri yang tidak didapatkan dari liburan biasa. Motivasi utama mereka bergeser dari sekadar bersenang-senang menjadi pembuktian diri (self-achievement). Mereka rela meluangkan waktu berbulan-bulan sebelum keberangkatan untuk berlatih secara disiplin demi mencapai performa terbaik saat hari H kompetisi tiba.
Aplikasi pelacak kebugaran seperti Strava pun bertransformasi menjadi buku harian perjalanan digital mereka. Membagikan pencapaian waktu personal best (PB), rute lari dengan latar belakang bangunan bersejarah, atau foto memegang medali finisher di media sosial jauh dinilai lebih membanggakan daripada sekadar foto outfit of the day (OOTD) biasa.
Baca Juga: 10 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Travelling agar Liburan Tetap Nyaman dan Bebas Masalah
Berburu Race Maraton Internasional Hingga Luar Kota
Contoh nyata yang paling masif dari tren ini adalah perburuan slot kompetisi lari jarak jauh, baik di tingkat domestik maupun internasional. Kota-kota besar dunia seperti Tokyo, Jepang, kini menjadi destinasi impian bukan hanya untuk belanja, melainkan untuk menaklukkan Tokyo Marathon. Berdasarkan data perjalanan, puluhan ribu pelari mancanegara, yang didominasi oleh generasi muda, terbang ke sana khusus demi merasakan atmosfer magis rute maraton tersebut.
Di dalam negeri, ajang kompetisi lari tahunan di Bali atau Borobudur selalu sukses menyedot perhatian pelari muda asal Jakarta dan kota sekitarnya yang mendambakan sensasi berlari melintasi keindahan lanskap alam Indonesia. Tiket pesawat dan hotel dipesan jauh-jauh hari, bukan berbasis musim liburan sekolah, melainkan berdasarkan kalender race resmi yang dirilis oleh penyelenggara.
Wellness Retreat Berbasis Olahraga Fungsional
Tidak hanya maraton, konsep liburan aktif ini juga mewujud dalam bentuk partisipasi pada wellness retreat modern yang fokus pada olahraga fungsional intensitas tinggi. Alih-alih retret meditatif yang sunyi, banyak anak muda kini memilih paket liburan berkelompok yang menggabungkan latihan fisik fungsional, sesi angkat beban, kompetisi hibrida seperti HYROX, hingga pelatihan intensif olahraga trendi seperti padel di pusat olahraga terbaik dunia.
Dalam paket liburan ini, seluruh komponen itinerary diatur secara presisi, mulai dari menu makanan tinggi protein untuk mendukung performa latihan, sesi active recovery, hingga penginapan yang memiliki akses langsung ke fasilitas kebugaran premium. Liburan jenis ini memberikan ekosistem komunitas yang solid, memungkinkan mereka untuk berkenalan dan membangun jejaring dengan sesama pencinta hidup aktif dari berbagai belahan dunia.
Fitness travel membuktikan bahwa bagi Gen Z, kesehatan fisik dan mental adalah aset utama yang tidak boleh ditinggalkan bahkan saat sedang bepergian. Dengan memadukan petualangan menjelajah tempat baru dan semangat kompetisi yang positif, liburan kini terasa jauh lebih produktif, menyehatkan, dan memberikan cerita perjalanan yang bermakna mendalam.