PejuangKantoran.com - Saat sedang sibuk atau stres, minum air mungkin menjadi hal yang sering terlupakan. Padahal, menjaga tubuh tetap terhidrasi ternyata berkaitan dengan kemampuan tubuh menghadapi stres.
Menurut laporan Real Simple, dehidrasi dapat membuat tubuh mengalami respons stres, sementara stres sendiri dapat memicu pelepasan hormon stres. Penelitian yang dikutip juga menunjukkan adanya hubungan antara tingkat hidrasi dengan kemampuan tubuh dan otak dalam merespons tekanan.
Dehidrasi Bisa Memengaruhi Mood dan Konsentrasi
Air dibutuhkan hampir seluruh sel tubuh untuk berfungsi dengan baik, termasuk otak. Bahkan, dehidrasi sekitar 2 persen dapat dikaitkan dengan kelelahan, gangguan memori, kesulitan berkonsentrasi, serta perubahan suasana hati.
Kondisi kurang cairan juga dikaitkan dengan peningkatan kortisol, yaitu salah satu hormon utama yang dilepaskan tubuh ketika menghadapi stres. Karena itu, ketika sedang berada dalam situasi penuh tekanan, memastikan asupan cairan tetap cukup bisa menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang membantu tubuh menghadapinya.
Berapa Banyak Air yang Dibutuhkan?
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Sebagai panduan umum, dokter yang dikutip Real Simple menyarankan sekitar ½ hingga 1 ons air untuk setiap pon berat badan per hari, sambil tetap menyesuaikannya dengan kondisi tubuh dan aktivitas.
Agar tidak lupa minum, kamu bisa mencoba beberapa cara sederhana:
-
Sediakan botol air di meja kerja agar mudah dijangkau.
-
Minum sebelum dan saat makan.
-
Pasang pengingat di ponsel setiap beberapa jam.
-
Jika bosan dengan air putih, tambahkan lemon, jeruk nipis, mint, stroberi, mentimun, atau rosemary untuk memberikan rasa berbeda.
Jadi, ketika pekerjaan menumpuk dan kepala mulai terasa penuh, jangan hanya mencari kopi atau camilan. Coba cek dulu botol minummu—bisa jadi tubuh sedang meminta air.
Artikel Terkait
Awas, Ini 10 Penyakit yang Paling Banyak Diderita Warga Indonesia!
Workout Tanpa Niat Diet? Ini Tren Baru Body Neutrality
Lari Sambil Dengar Musik Membuat Berlari Makin Personal: Benarkah Playlist Bisa Bikin Pace Lebih Konsisten?
Olahraga Jadi Cara Baru Healing? Ini Alasan Workout Tak Lagi Sekadar Soal Kalori
Strategi Refuelling Saat Berlari Jarak Jauh: Mengapa Air Saja Tidak Cukup
Ini Sayuran yang Paling Baik untuk Otak, Jantung, dan Kesehatan Usus
Capek Kerja Tapi Tetap Mau Olahraga? Coba Konsep Low Effort Workout untuk Pekerja Sibuk
Running Zen Mode, Kondisi Berlari Yang Bisa Menghilangkan Stres Yang Kamu Alami. Mengapa?
Ingat! Tidak Semua Tren Fitness dan Kesehatan di Media Sosial Harus Kamu Ikuti. Karena Belum Tentu Aman Lho Buat Kita
Tren Olahraga Low Impact, Mengapa Pilates, Nordic Walking, sampai Reformer Makin Digemari?