Rajin Makan Telur Bisa Bantu Jaga Otak, Studi Ungkap Kaitannya dengan Alzheimer

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:10 WIB
Ilustrasi: Telur ayam dari peternakan kandang bebas sangkar atau cage free menjadi andalan supermarket Super Indo di Indonesia. (Freepik)
Ilustrasi: Telur ayam dari peternakan kandang bebas sangkar atau cage free menjadi andalan supermarket Super Indo di Indonesia. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Telur selama ini dikenal sebagai sumber protein yang praktis dan mudah ditemukan. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan sederhana ini juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan otak, terutama pada usia lanjut.

Studi yang dibahas Real Simple melibatkan hampir 40.000 orang berusia 65 tahun ke atas. Peneliti menemukan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi telur, terutama sekitar lima butir per minggu, memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit Alzheimer. 

Makan Telur 5 Kali Seminggu Dikaitkan dengan Risiko Lebih Rendah

Dalam penelitian tersebut, konsumsi telur secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer. Hubungan tersebut terlihat bahkan pada konsumsi yang lebih jarang, tetapi manfaat paling besar ditemukan pada kelompok yang mengonsumsi telur sekitar lima kali dalam seminggu. 

Namun, penting dicatat bahwa penelitian ini menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa makan telur secara langsung dapat mencegah Alzheimer.

Baca Juga: BLT ala Singapura, Bukan Sekadar Bagi Uang, Ini Cara Singapura Menentukan Penerima Bantuan Tunai dan Pelajarannya untuk Indonesia

Kenapa Telur Bisa Berkaitan dengan Kesehatan Otak?

Salah satu alasannya adalah kandungan kolin dalam telur. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan neurotransmiter yang berkaitan dengan fungsi memori dan komunikasi antarsel saraf.

Telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis karotenoid yang turut dikaitkan dengan fungsi dan kesehatan otak. 

Penelitian terbaru mengenai nutrisi telur juga menunjukkan bahwa makanan ini menyediakan berbagai zat penting, termasuk protein, vitamin B12, vitamin D, selenium, kolin, lutein, zeaxanthin, dan DHA yang berpotensi mendukung perkembangan serta fungsi otak.

Baca Juga: Series 'Jakarta Undercover Members Only' Menghadirkan Persoalan Jakarta yang Lebih Kekinian

Bukan Berarti Harus Makan Telur Setiap Hari

Meski hasil penelitian terdengar menjanjikan, telur tetap sebaiknya menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan dianggap sebagai makanan ajaib yang bisa mencegah demensia.

Kesehatan otak dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, tidur, dan faktor kesehatan lainnya.

Jadi, kalau selama ini telur hanya dianggap sebagai menu sarapan praktis, penelitian ini memberikan alasan lain untuk memasukkannya ke dalam pola makan seimbang. Makan telur secara rutin berpotensi mendukung kesehatan otak, tetapi bukan berarti telur sendirian bisa mencegah Alzheimer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X