Sering Lewatkan Sarapan karena Buru-buru Kerja? Ini 5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 31 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi tentang waktu sarapan terbaik dan sehat. (Freepik)
Ilustrasi tentang waktu sarapan terbaik dan sehat. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Bagi banyak pekerja kantoran, sarapan sering menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika bangun kesiangan. Daripada terlambat masuk kantor, sebagian orang memilih langsung mandi, mengambil kopi, lalu berangkat dan baru makan ketika sudah sampai kantor.

Padahal, menurut sejumlah ahli diet yang diwawancarai Real Simple, kebiasaan melewatkan sarapan dapat memengaruhi energi, rasa lapar, hingga kemampuan tubuh mengatur gula darah. 

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi ketika kamu sering berangkat kerja dengan perut kosong?

Baca Juga: Berani Coba? Squid Game: The Experience Buka di Jakarta, Tiket Mulai Rp299 Ribu

 

1. Tubuh Bisa Lebih Cepat Lemas

Sarapan memberikan kesempatan bagi tubuh mendapatkan asupan energi setelah semalaman tidak makan. Ketika melewatkannya, sebagian orang dapat mengalami energi rendah pada pagi hari.

Efeknya bisa terasa dalam bentuk tubuh lemas, pusing, gemetar, sakit kepala, hingga mual. Kondisi tersebut tentu bisa membuat pagi di kantor terasa lebih berat, terutama jika pekerjaan membutuhkan konsentrasi tinggi.

2. Konsentrasi Bisa Ikut Menurun

Bukan hanya tubuh yang membutuhkan energi. Otak juga memerlukan pasokan energi yang stabil untuk bekerja secara optimal.

Menurut ahli diet yang dikutip Real Simple, melewatkan sarapan dan berkurangnya asupan energi dapat membuat seseorang merasa lebih lamban dan berpotensi memengaruhi kemampuan berpikir serta mengambil keputusan. 

Jadi, kalau kamu merasa lebih sulit fokus saat meeting pagi setelah tidak sarapan, rasa lapar dan rendahnya energi bisa menjadi salah satu faktor yang berperan.

3. Bisa Lebih Lapar dan Ngidam Makanan di Siang Hari

Ini mungkin yang paling familiar bagi pekerja kantoran.

Tidak makan sejak pagi bisa membuat rasa lapar semakin kuat ketika siang tiba. Akibatnya, kamu mungkin makan lebih banyak dari biasanya atau lebih mudah tergoda makanan tinggi kalori.

Ahli diet Gabrielle Kishner mengatakan kondisi tersebut dapat membuat upaya mengurangi asupan kalori justru berbalik arah bagi sebagian orang. 

4. Gula Darah Bisa Lebih Sulit Dikontrol

Waktu makan juga berkaitan dengan bagaimana tubuh mengatur gula darah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X