Pejuangkantoran.com – Pernahkah kamu saat sedang lari, saking “into”-nya sampai kamu tidak sadar bahwa semula hanya mau easy run 5 kilometer, ternyata sudah 8 kilometer? Ini yang dinamakan running zen mode.
Ini adalah kondisi mental seseorang ketika sedang berlari dengan fokus penuh pada aktivitas lari, sehingga pikiran terasa lebih tenang, gangguan mental berkurang, dan gerakan terasa mengalir secara alami.
Ini bukan istilah medis namun lebih pada istilah populer.
Saat seseorang masuk running zen mode, ia bisa mengalami hal-hal sebagai berikut:
- Pikiran menjadi lebih tenang — tidak banyak memikirkan pekerjaan, masalah, atau hal lain.
- Fokus pada momen sekarang — perhatian tertuju pada langkah, napas, ritme, dan lingkungan.
- Gerakan terasa otomatis — tidak perlu terus-menerus memikirkan teknik berlari.
- Waktu terasa berlalu lebih cepat.
- Ada rasa rileks meskipun tubuh bekerja.
- Pace terasa natural — tidak terlalu sibuk mengejar pace atau melihat jam.
- Kadang muncul sensasi “flow”, yaitu kondisi ketika kemampuan dan tantangan terasa seimbang sehingga aktivitas terasa sangat lancar.
Misal, saat kamu melakukan easy run dengan jarak 5-6 kilometer. Mungkin awalnya, dalam kepala kamu penuh pertanyaan: “Pace saya berapa?”, “HR saya berapa?”, “Masih berapa kilometer?”, “Lutut saya bagaimana?”, dan sebagainya.
Namun, setelah 15-20 menit, perhatian kamu mungkin sudah beralih ke nafas, langkah, ayunan tangan, suara kaki, dan lingkungan sekitar.
Dan kemudian kamu sudah tidak memikirkan lagi soal pace, jarak, HR, dan sebagainya. Tubuh kamu terasa menemukan ritmenya sendiri dan saat itu kamu hanya menikmati proses berlari.
Inilah kondisi yang sering disebut sebagai running zen. Menariknya, untuk easy run dan latihan aerobik, kondisi seperti ini justru bisa sangat bermanfaat secara mental: lari tidak lagi terasa sebagai “tugas latihan”, tetapi menjadi aktivitas yang intrinsically rewarding. Ini adalah kepuasan atau rasa menyenangkan dari dalam diri sendiri, tanpa harus ada imbalan eksternal.
Apakah running zen mode sama dengan flow? Flow adalah kondisi psikologis ketika seseorang sangat tenggelam dalam suatu aktivitas, sehingga fokus menjadi sangat kuat, tindakan terasa mengalir, dan kesadaran terhadap waktu atau diri sendiri bisa berkurang.
Baca Juga: Mindful Running: Ternyata Lari Bisa Menjadi Sesi Meditasi Penurun Stres
Jadi,kalau running zen itu lebih pada istilah popular sedangkan flow lebih menjelaskan secara ilmiah tentang kondisi psikologis seseorang saat setelah mengalami running zen.
Tidak pernah ada pernyataan resmi yang menyebutkan kapan istilah running zen ini muncul pertama kali dan dipopulerkan oleh siapa.
Namun pada tahun 2003, Ignazio Antonacci mendirikan sebuah web site bernama Running Zen (runningzen.net). Web site ini mengembangkan konsep lari yang bukan sekadar latihan fisik, tetapi juga menyangkut mental training, kesehatan, dan kesejahteraan.
Artikel Terkait
Stres akibat Belum Dapat Pekerjaan Baru Bikin Para Pencari Kerja Terjebak 'Doomjobbing'
9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Saat Mereka Sebenarnya Lagi Stres Berat
Awas Jangan Salah Pilih Sepatu Lari, Kenali Dulu Jenisnya Supaya Tidak Salah Beli dan Membuat Cedera
5 Tanda Stres Mulai Mengganggu Kemampuan Mengambil Keputusan, Salah Satunya Overthinking
5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak
Lagi On Fire Latihan Lari? Jangan Lakukan Setiap Hari, Sisipkan Sesi Recovery Karena Sangat Penting Bagi Performa Kamu!