bugar

Saran Dr. Kamila Jaidi tentang Cara Memilih Sunscreen dengan SPF Sesuai Aktivitas

Jumat, 7 April 2023 | 08:40 WIB
Ilustrasi: Perhatikan cara memilih sunscreen: PA+ artinya produk dapat memproteksi UVA di dalam kamar. (Freepik/Lookstudio)

Kandungan SPF untuk memproteksi terhadap UVB minimal 30 karena mampu melindungi kulit hingga 97 persen. Sedangkan dosis tertinggi, SPF 50, memproteksi 98 persen.

“Kalau ada yang menyebutkan SPF 100, itu hanya iklan. Tidak ada yang bisa memproteksi di atas 98 persen,” seru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini.

Yang menjadi concern Kamila adalah, masih jarang produk sunscreen di Indonesia yang memberikan proteksi terhadap paparan UVA.

Jika kemasan produk menyebutkan PA plus 1 (PA+), itu berarti produk dapat memproteksi UVA di dalam kamar. PA plus 2 (PA++) artinya produk memberikan proteksi di dalam rumah.

PA plus 3 (PA+++) untuk aktivitas di luar rumah tanpa terik matahari, dan plus 4 (PA++++), untuk aktivitas di luar rumah dengan paparan sinar matahari.

“Hal ini penting untuk diperhatikan saat mencari sunscreen. Jadi sunscreen yang ideal adalah yang mengandung PA plus 4 untuk maksimal melindungi kulit dari UVA dan SPF 30 (minimal), 50 (masksimal) melindungi UVB!”

Konsumen juga perlu memperhatikan kandungan sunscreen karena jika produk skincare tersebut berani menampilkan kandungan SPF dan PA pada kemasan, itu artinya produk telah melakukan uji coba yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Resep Arem-arem Sorgum, yang Sehat dan Unik untuk Menu Buka Puasa

Kamila juga menyarankan untuk memperhatikan tekstur sunscreen saat membeli. Sebab dengan kandungan dosis tertinggi (terutama dengan SPF 50), tekstur akan lebih kental dan akan membuat white cast (lapisan putih pada kulit).

Lalu bagaimana cara memilih sunscreen dengan tekstur yang baik?

“Usahakan cari sunscreen dengan tekstur yang light agar tidak menyumbat pori, karena menggunakan sunscreen itu jangan hanya sekali, harus di re-apply.

“Nah, karena berulang-ulang, lapisan akan numpuk-numpuk, menutup pori, ujung-ujungnya jadi komedo-an,” pungkas dr. Kamila Jaidi. (Syanne Susita)

Halaman:

Tags

Terkini