bugar

Waspadai Gejala Covid-19 Subvarian Arcturus yang Sudah Masuk ke Indonesia!

Sabtu, 15 April 2023 | 17:31 WIB
Apa gejala virus Covid19 subvarian Arcturus? (Pixabay/Dieterich01)

PejuangKantoran.com - Rasanya belum lama kita diperbolehkan untuk mulai melepas masker karena pandemi disebut mulai mereda. Ternyata, Covid-19 varian baru sudah ada di sekitar kita.

Ya, virus Covid-19 sekarang sudah bermutasi dan memiliki subvarian baru bernama Arcturus. Varian yang menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di India ini, disebut sudah masuk ke Indonesia.

Dinkes DKI melaporkan, sudah ditemukan dua kasus Covid-19 subvarian Arcturus di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Lalu, seperti apa gejala Covid-19 subvarian Arcturus?

Baca Juga: Berapa Sendok Teh Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Apa itu Covid-19 subvarian Arcturus?

Memiliki nama ilmiah XBB.1.16, Arcturus adalah subvarian dari virus Omicron yang menurut WHO sedang dipantau “karena memiliki potensi perubahan yang (perlu) untuk diawasi dengan baik”.

Ini adalah varian rekombinan–atau hibrida–dari BA.2.10.1 dan BA.2.75, yang merupakan turunan dari varian Omicron BA.2.

Virus Ini pertama kali terdeteksi pada Januari lalu, dan ditambahkan ke daftar varian WHO yang sedang dipantau pada 22 Maret.

Sebuah studi dari Universitas Tokyo menunjukkan bahwa varian tersebut menyebar sekitar 1,17 hingga 1,27 kali lebih efisien daripada galur XBB.1 dan XBB.1.5. Artinya, varian ini berpotensi menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat.

Hasil tes dari universitas juga menunjukkan bahwa varian tersebut “sangat resisten” terhadap berbagai antibodi Covid-19.

Gejala Covid-19 subvarian Arcturus

Menurut New Delhi Television, orang yang terinfeksi virus Covid-19 subvarian Arcturus mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, pilek, demam, kelelahan, batuk, sakit kepala, nyeri otot, dan perut tidak nyaman.

Baca Juga: Hari Bawa Bekal Nasional: Kenapa Kamu Harus Bawa Bekal Sendiri Dibanding Jajan di Luar?

Bahkan, banyak pasien juga melaporkan mata gatal dan konjungtivitis atau pinkeye. Ini adalah beberapa gejala yang tidak terlihat pada Covid-19 varian sebelumnya.

Untuk informasi, konjungtivitis adalah mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam. Selain merah, mata juga terasa gatal dan berair.

Halaman:

Tags

Terkini