Meski lebih menular, tetapi WHO mengatakan laporan sejauh ini tidak menunjukkan peningkatan rawat inap, masuk ICU, atau kematian akibat XBB.1.16.
Bagaimana dengan orang-orang yang telah divaksin? Apakah akan lebih terlindungi?
Dr. Rajendram Rajnarayanan, seorang asisten dekan penelitian dan profesor di Institut Teknologi New York, mengatakan bahwa vaksin penguat yang menargetkan strain Omicron harus memberikan "beberapa perlindungan jika dosisnya baru".
Alasannya karena ia mencatat bahwa virus terus berkembang sejak vaksin dirilis tahun lalu.
Apakah masyarakat Indonesia harus khawatir?
Dengan berita telah ditemukannya dua kasus Covid-19 subvarian Arcturus ke Indonesia, tentu saja masyarakat harus lebih waspada. Apalagi kita akan segera memasuki musim mudik dan Hari Raya Idul Fitri, sehingga tidak bisa menghindari kerumunan.
Baca Juga: Pantas Perut Six Pack-mu Nggak Terwujud, Artis-artis Ini Mulai Nge-gym Jam 4 Pagi!
Menurut Ahli Epidemiologi Universitas Andalas, Padang, Defriman Djafri, cara termudah untuk melindungi diri dari Arcturus adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker. Apalagi yang sudah memiliki gejala seperti demam, batuk, atau pilek.
Selain itu, masyarakat tidak boleh berasumsi bahwa Covid-19 sudah tidak ada lagi. Berdasarkan studi terbaru, ada kemungkinan infeksi terobosan dari subvarian Arcturus.
Hal yang ditakutkan adalah kemungkinan tersebut bisa membuat orang yang sudah divaksin tidak lagi terlindungi. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Resep Nastar Lumer Lembut, Kue Kering Lebaran yang Kalorinya Setara Sepiring Nasi
DPD Usulkan IKN Pindah ke Bandung karena Biaya Kereta Cepat Jakarta Bandung Membengkak
Langka! Gadis Bermata Biru Asal Jawa Barat Ini Jadi Incaran Fotografer Prancis
Baru Mulai Merawat Kulit, Hamish Daud Girang Dapat Hibahan Produk Skincare dari Raisa
Rumah Orangtua TikToker Lampung “Dajjal” Didatangi Polisi, Ini Kronologinya
Orangtuanya Diminta Klarifikasi, TikToker Lampung “Dajjal” Ungkap Kekesalannya