PejuangKantoran.com - Kampanye Pekan ASI Sedunia 2023 yang berlangsung 1-7 Agustus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung ibu bekerja menyusui.
Kantor perlu mengakomodasi kebutuhan ibu bekerja untuk dapat memompa ASI di tempat kerja. Dalam hal ini, memberikan tempat yang memadai agar ibu menyusui bisa memerah ASI dengan nyaman.
Selain itu, menyediakan tempat penyimpanan yang baik untuk menjaga kualitas ASI tetap baik sampai ibu tiba kembali di rumah. Sebaliknya, simpan juga ASI perah di rumah untuk persediaan si kecil ketika kamu pergi bekerja.
Baca Juga: Pekan ASI Sedunia 2023 Mengungkap Fakta Memprihatinkan tentang Ibu Bekerja Menyusui
Berikut adalah beberapa aturan menyimpan ASI perah yang wajib diikuti:
1. Cuci tangan
Ini hal sepele yang sering dilupakan, padahal harus dilakukan demi mencegah perkembangan bakteri di ASI. Pastikan kamu menggunakan sabun untuk mencuci tangan sebelum memerah.
2. Sterilisasi wadah ASI
Selain cuci tangan, wadah ASI juga harus disterilisasi. Setelah mencuci bersih botol ASI, lakukan sterilisasi dengan merebus botol dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit dalam air panas mendidih selama 5 menit.
Selain secara manual, kamu juga bisa menggunakan alat sterilisasi elektrik. Namun jangan lupa untuk mengecek keamanan dan ketahanan kemasan.
Lalu, untuk kantong plastik khusus ASI, tidak perlu disterilisasi selama disimpan dengan benar dan baru digunakan saat dibutuhkan.
3. Simpan ASI di wadah food grade
Selain menggunakan wadah kaca food grade yang bersih dan tertutup, bisa juga menggunakan wadah plastik keras yang juga food grade dan tidak terbuat dengan bahan kimia bisphenol A (BPA free).
Wadah penyimpanan ASI perah sebaiknya memiliki volume untuk sekali menyusui, misalnya 60 hingga 120 mililiter.
Jangan menyimpan ASI dalam wadah botol sekali pakai atau kantong plastik yang dirancang untuk keperluan rumah tangga lainnya.