Terlalu banyak paparan ftalat dapat memicu masalah reproduksi. Paparan ftalat ini bisa menyebabkan masalah kesuburan, perubahan pubertas, hingga kanker pada pria dan wanita.
Jerawat pada keluar
Menurut artikel dalam JAMA Dermatology (2020), orang dewasa yang mengonsumsi makanan tinggi lemak dan makanan manis kemungkinan untuk terkena jerawat meningkat lebih dari 50%.
Makan gorengan meningkatkan risiko jerawat sebesar 17%. Sedangkan kandungan natriumnya yang tinggi bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, melemahkan kulit, memicu pembentukan keriput.
Gula dalam junk food juga membuat kulit menua lebih cepat, mempengaruhi kolagen dalam tubuh dan membentuk garis-garis halus dan kerutan.
Ketika kadar gula darah naik, tubuh memproduksi insulin, yang akhirnya menyebabkan lebih banyak produksi minyak.
Menimbulkan masalah pada hormon
Penambahan berat badan akibat konsumsi junk food juga memicu ketidakseimbangan hormon. Gula dan karbohidrat dalam makanan tidak sehat ini meningkatkan kadar glukosa.
Baca Juga: Pejuangkantoran, Ini Jadwal Latihan Yoga Paling Pas ala Nana Mirdad
Gula yang tidak diubah menjadi energi, oleh sel malah akan disimpan sebagai lemak. Padahal, di dalam tubuh ada hormon estrogen, endogen, atau estrogen, yang berfungsi mempertahankan lemak.
Kalau berat badan naik, tubuh menghasilkan lebih banyak estrogen, sehingga lebih banyak lemak yang disimpan dalam tubuh. Di sisi lain, kelebihan berat badan akan menurunkan kadar testosteron, sehingga membuat tubuh terasa lesu.
Mengganggu sistem pencernaan
Junk food tinggi lemak dan garam, tetapi minim serat. Karena kandungan seratnya yang rendah, makan junk food secara rutin akan membuat kamu sembelit dan kembung.
Makanan yang digoreng dan makanan yang tinggi lemak akan sulit dicerna, sehingga menyebabkan lebih banyak air dikeluarkan darinya. Akibatnya, feses jadi lebih keras sehingga lebih sulit dikeluarkan.
Junk food, apalagi ditambah minuman berkafein seperti soda, bisa mengganggu sistem pencernaan, usus, dan usus besar.