Baca Juga: Merasa Aman dari Polusi di dalam Kantor? Ternyata, Udara Buruk Bisa Masuk ke Ruangan, Lho!
Faktor risiko kelelahan karena panas
Kelelahan akibat panas sangat berkaitan dengan indeks panas, yang merupakan ukuran seberapa panas yang kamu rasakan ketika efek kelembapan relatif dan suhu udara digabungkan.
Kelembaban relatif 60% atau lebih, dapat menghambat penguapan keringat yang menyebabkan terhambatnya kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri.
Risiko penyakit terkait panas secara dramatis meningkat ketika indeks panas naik hingga 90 derajat atau lebih.
Jadi penting untuk memperhatikan indeks panas yang dilaporkan, terutama selama gelombang panas,
Lalu, kamu juga harus tahu bahwa indeks panas bisa lebih tinggi ketika kamu berdiri di bawah sinar matahari penuh. Jadi, hindari hal ini jika memang suhu sedang tinggi dan hawa terasa panas.
Cara mencegah kelelahan karena panas
Ketika indeks panas tinggi, yang terbaik adalah tetap berada di dalam ruangan ber-AC. Jika terpaksa pergi ke luar ruangan, kamu dapat mencegah kelelahan akibat panas dengan melakukan langkah-langkah berikut:
Baca Juga: Angka Produktivitas Karyawan akan Menurun Jika Tingkat Polusi Udara Makin Tinggi, Benarkah?
- Mengenakan pakaian yang ringan, berwarna terang, longgar, dan topi bertepi lebar.
- Menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih.
- Minum lebih banyak. Untuk mencegah dehidrasi, kamu bisa minum banyak air putih, jus buah, atau jus sayuran setiap hari.
Karena penyakit yang berhubungan dengan panas juga dapat disebabkan oleh berkurangnya garam, jadi disarankan untuk mengganti minuman olahraga kaya elektrolit dengan air selama periode panas dan kelembapan ekstrem.
Jadi, jangan sampai kamu merasa kelelahan akibat cuaca panas, yang jika dibiarkan bisa mengancam kesehatanmu, ya. (Elga Windasari)