PejuangKantoran.com - Elon Musk, CEO baru Twitter, menjadi pembicaraan awal November lalu karena para manajer Twitter meminta karyawan bekerja shift 12 jam selama tujuh hari dalam seminggu. Tujuannya untuk memenuhi target baru yang ditetapkan Musk. Mereka harus membiasakan diri bekerja lebih dari 40 jam seminggu atau lebih dari 8 jam sehari.
Musk memang sudah lama menjadi pendukung jam kerja yang panjang. Pada 2018, ia pernah mengatakan, karyawannya bekerja rata-rata 80 jam seminggu, dan kadang-kadang memuncak di atas 100 jam. Jadi, bekerja lebih dari 40 jam seminggu tidak cukup buatnya.
Baca Juga: Manajemen Risiko dalam Penyelenggaraan Acara Jadi Prioritas Event Organizer
Padahal menurut penelitian, bekerja lebih dari 40 jam seminggu sebenarnya nggak akan benar-benar membuat perbedaan bagi pekerjaan kita. Justru, hanya akan menimbulkan kerusakan jangka panjang pada tubuh.
Apa yang terjadi pada tubuh dan otak kalau kamu bekerja lebih dari 40 jam seminggu?
1. Risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung
Menurut studi tahun 2021 oleh WHO dan ILO, bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko stroke 35% lebih tinggi, dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi, dibandingkan dengan jika bekerja antara 35 - 40 jam seminggu. Sebab, mereka jadi kurang berolahraga, kurang tidur, dan makan yang kurang bergizi.
Baca Juga: Lowongan Internship di Bank Jago buat Mahasiswa dan Lulusan Baru, Yuk Jangan Ketinggalan!
2. Risiko cedera saat bekerja
Bekerja berjam-jam juga meningkatkan risiko cedera fisik lebih besar saat bekerja. Dalam sebuah penelitian yang mengamati 110.236 catatan pekerjaan dari tahun 1987 hingga 2000, bekerja setidaknya 12 jam per hari meningkatkan bahaya sebesar 37%, sementara bekerja setidaknya 60 jam per minggu menaikkan tingkat bahaya sebesar 23%.
3. Kesehatan mental memburuk
Mengabaikan istirahat dan memaksakan diri terus bekerja ternyata bisa merugikan kesehatan jiwa, lho. Jurnal PLOS One tahun 2020 pernah mengungkap pekerja Korea berusia 20-an dan 30-an yang bekerja selama 31 hingga lebih dari 60 jam seminggu. Semakin lama karyawan ini bekerja, ternyata semakin tinggi tingkat stres, depresi, dan keinginan untuk bunuh diri.
Baca Juga: Metode 50/30/20, Trik Mengatur Keuangan Paling Mudah Dijalani
4. Kekurangan tidur
Tiap malam begadang, pastilah tidur jadi berkurang. Orang-orang yang bekerja antara 50-60 jam setiap minggu mengalami kelelahan, memburuknya fungsi kognitif, meningkatkan cedera dan masalah kesehatan mental. Tidur kurang dari enam jam setiap malam juga membuat kita gampang marah, gampang terganggu, gampang tersinggung, dan kerap mengambil risiko secara impulsif.
5. Tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik
Faktanya, bekerja lebih lama tidak menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Karyawan yang mengalami kelelahan atau stres untuk waktu yang lama bukan cuma mengurangi produktivitas tetapi juga jadi lebih sering bikin kesalahan, mengalami kecelakaan kerja, dan penyakit.
Intinya, meminta karyawan untuk bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu nggak selalu membuat pekerjaan lebih cepat selesai. Malahan, kamu jadi sering sakit.