PejuangKantoran.com - Meski terlihat sehat dan bugar, ternyata belum tentu dia sehat secara mental. Kesehatan mental seseorang memang sulit terlihat dari luar.
Kesehatan mental yang tak terjaga bisa berakibat pada angka kasus bunuh diri yang tinggi. Banyak faktor yang melatarbelakangi orang-orang melakukan aksi nekat itu. Salah satunya karena pemikiran korban yang merasa bahwa tidak ada jalan keluar untuk setiap masalah yang dihadapi dan bunuh diri adalah cara mengakhirinya.
Atika Dian Ariana S Psi M Sc pakar Psikolog Universitas Airlangga (Unair) mengungkapkan bahwa korban bunuh diri dan memberikan tanda-tanda soal masalah kesehatan mental bakal dianggap sebagai orang yang lemah dan pecundang. Namun, pada dasarnya lingkungan memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan bunuh diri di dunia.
Baca Juga: Cara Atasi Burnout Karena Pekerjaan: Kurangi Ekspektasi
Apa saja ciri kesehatan mental seseorang sedang terganggu?
Atika menjelaskan bahwa orang-orang yang sedang memiliki mental tidak baik-baik saja biasanya akan terjadi perubahan kognitif dalam pola berpikir. Seperti, sulitnya berkonsentrasi, mudah lupa, dan ceroboh.
Selain itu, terjadi perubahan afektif menjadi lebih sensitif. Misalnya, mudah marah, mudahmenangis, dan mudah tersinggung. Dan, yang terakhir adalah perubahan perilaku. Seperti, tiba-tiba menarik diri dan tidak banyak melakukan interaksi dengan teman yang sebelumnya dekat dengannya.
“Perubahan tiga area itu yang setidaknya bisa kita amati dan kemudian kita bisa dekati. Kalau ini pada anak sekolah atau kuliah juga bisa terlihat dari menurunnya performa akademik,” tambahnya.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk sadar dan peka terhadap perubahan orang-orang di sekitar. Tidak memilih abai dan tetap peduli kepada orang lain merupakan langkah awal terciptanya cegah aksi bunuh diri.
Baca Juga: Akhir Tahun Banyak yang Cuti, Awas Bikin Kamu Jadi Burnout!
Orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental akan merasa aman terhadap lingkungan yang sehat disekitarnya.
Pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental
Prinsipnya ada tiga, yaitu memperhatikan atau mengamati (look), mendengarkan (listen), dan mendampingi (link).
“Ada beberapa hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan kepada dia, misalnya ketika dia menangis kita ambilkan tisu. Itu adalah langkah pertama dulu. Jadi, kalau ada orang menangis jangan ditanya dulu kenapa. Perhatikan kebutuhan yang paling dasar yang bisa kita bantu,” ucap Anita.