Bagaimana Dampak Buruk NPD pada Organisasi Kantor dan Bisa Membuat yang Bertalenta Resign?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 7 April 2026 | 13:20 WIB
Perilaku NPD di kantor bisa berdampak buruk pada organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Perilaku NPD di kantor bisa berdampak buruk pada organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Pernah ketemu atau punya rekan kerja suka “pamer” pencapaian dan kemampuan? Misal, menggembar-gemborkan berhasil closing dengan klien yang sebenarnya biasa-biasa saja namun seolah-olah itu klien yang sangat besar dan baru. Perilaku ini biasanya diikuti keinginan validasi, selalu mkinta dipuji semua hal tentang dia, termasuk pencapaian itu.

Ini adalah salah satu ciri-ciori dari orang yang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai oleh pola rasa diri yang berlebihan (grandiosity), kebutuhan kuat akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Dan hal ini berlangsung lama serta memengaruhi kehidupan sosial maupun profesional.

Yang perlu dicatat, NPD tidak sama dengan percaya diri. Sebab, orang percaya diri masih punya empati dan realistis.

Ciri-ciri utama seorang yang mengalami NPD adalah:

  1. Grandiosity (rasa diri berlebihan): Merasa diri sangat istimewa / lebih unggul serta melebih-lebihkan pencapaian dan kemampuan.
  2. Kebutuhan akan validasi: Sangat butuh pujian, pengakuan, atau perhatian, namun mudah tersinggung jika tidak dihargai.
  3. Kurang empati: Sulit memahami atau peduli perasaan orang lain karena cenderung mengabaikan kebutuhan orang lain.
  4. Pola relasi yang tidak sehat: Memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi, sehingga hubungan sering tidak seimbang (dominan vs dimanfaatkan).
  5. Sensitif terhadap kritik: Ketika mendapat kritik kecil bisa dianggap serangan besar. Reaksinya bisa berupa marah, defensif, atau menarik diri.

Baca Juga: Kesalnya Kalau Si NPD Mulai Merajalela, Ini Cara Menghadapi Si Narsis di Kantor

Di lingkungan kerja, NPD biasanya tidak muncul sebagai tanda-tanda klinis yang jelas, naun lebih banyak sebagai pola perilaku yang konsisten, terutama dalam cara berinteraksi, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.

Berikut gambaran yang lebih “operasional” di kantor berupa pola perilaku yang terlihat sehari-hari:

  1. “Credit taker, blame shifter”

Ini sering terlihat pada rapat evaluasi atau laporan kinerja. Misal: mengklaim keberhasilan tim sebagai hasil kerja pribadi, namun saat gagal, ia akan menyalahkan bawahan, rekan, atau sistem.

  1. Sangat “image-driven”

Biasanya aktif bicara di meeting besar, tapi tidak follow-up pekerjaan. Ia akan lebih fokus pada bagaimana “terlihat” daripada hasil nyata. Umumnya, ia akan berperilaku seperti ini di depan pimpinan.

  1. Butuh validasi terus-menerus

Sering menonjolkan pencapaian sendiri di depan forum dengan tujuan agar dipuji, diakui, atau dianggap paling penting  

Baca Juga: Perilaku Kecil Seperti Menyela Pembicaraan Orang Lain Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Kerja Lho!

  1. Minim empati dalam manajemen

Apabila orang seperti ini memegang posisi manajerial, maka suka memberikan target tanpa mempertimbangkan kapasitas realistis. Ini karena ia tidak peduli beban kerja tim dan kurang mempertimbangkan kondisi personal orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X