Budaya Kerja Toksik Bisa Jadi Biang Kerok Impostor Syndrome, Bikin Karyawan Kehilangan Percaya Diri

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:10 WIB
Jika kamu mengalami imposter syndrome, waspadai hal-hal berikut ini di kantor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Jika kamu mengalami imposter syndrome, waspadai hal-hal berikut ini di kantor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Banyak orang semua menghabiskan banyak waktu di tempat kerja. Jadi, wajar saja kalau lingkungan kerja sangat memengaruhi cara kamu melihat diri sendiri.

Nah, untuk kamu yang pernah atau sedang mengalami imposter syndrome, yaitu rasa takut dianggap “penipu” atau “tidak cukup mampu”, coba cek apakah tempat kerja kamu ikut berperan membuat rasa itu semakin kuat?

Masalah dengan atasan, bukan pekerjaan

Sebuah penelitian di 2019 menunjukkan, 57% orang keluar dari pekerjaan bukan karena pekerjaan, tetapi karena masalah dengan atasan.

Hubungan yang tidak sehat ini bisa membuat rasa percaya diri runtuh. Apalagi kalau lingkungan kerja tidak mendukung pengembangan karyawan, tetapi hanya fokus pada target dan keuntungan.

Itu adalah “lahan subur” untuk tumbuhnya sindrom penipu.

Baca Juga: Mengenal Imposter Syndrome, Penyebab dan Tanda-tanda yang Perlu Kamu Waspadai

Tipe budaya kerja yang memperburuk impostor syndrome

  1. Target dan tujuan yang sering berubah

Kalau target kerja terus berubah, kamu tidak akan pernah merasa “sampai” atau berhasil. Rasanya seperti harus membuktikan diri terus-menerus dan itu sangat melelahkan.

Bagi yang memiliki imposter syndrome, ini bisa jadi pemicu besar.

  1. Perfeksionis dan antikesalahan

Di kantor yang menghukum setiap kesalahan dan memuja kesempurnaan, kamu akan selalu merasa “tidak cukup baik”. Akibatnya, kamu jadi kerja ekstra keras hanya untuk membuktikan diri layak bekerja di sana.

Baca Juga: 5 Tipe Imposter Syndrome dan Dampak Sindrom Ini pada Penderitanya

  1. Bintang vs kambing hitam

Ada kantor yang suka mengangkat-angkat “bintang” dan menjatuhkan “kambing hitam”.

Masalahnya, memiliki status bintang sangat rapuh. Sedikit saja kesalahan, posisi bisa hilang. Bahkan, karyawan yang terlihat paling hebat pun bisa hidup dalam ketakutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Dynamic Transition

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X