3. Skill kamu itu fleksibel banget
Banyak orang meremehkan kemampuan diri sendiri. Padahal, skill yang kamu miliki kemungkinan besar bisa diterapkan di industri mana pun (transferable skills).
Keahlian seperti manajemen proyek, koordinasi tim, problem solving, menulis, sampai cara kamu menghadapi komplain klien, itu sifatnya universal. Kalau kamu bisa mengemas pengalaman tersebut dan menghubungkannya dengan kebutuhan posisi baru, rekruter pasti bakal melirik.
4. Pindah jalur karier itu sudah biasa
Hari gini, jalan karier yang lurus-lurus saja dari lulus kuliah sampai pensiun itu sudah langka banget. Karena fenomena PHK massal dan perkembangan teknologi kayak AI, pindah jalur karier atau career pivot sekarang sudah lumrah banget.
Para HRD juga paham kok soal ini. Mereka justru suka dengan orang yang punya latar belakang beragam. Karyawan yang punya pengalaman dari industri berbeda biasanya lebih kreatif, fleksibel, dan punya sudut pandang baru saat menyelesaikan masalah.
5. Kamu tidak tahu siapa pesaingmu
Saat melamar kerja kamu tidak pernah tahu siapa kompetitor kamu. Bisa jadi, mereka pun tidak memenuhi persyaratan yang diminta seluruhnya. Sementara itu, kecocokan kepribadian kadang lebih menentukan daripada pengalaman panjangmu di CV.
Rekruter biasanya mencari kandidat yang karakter pribadinya sesuai dengan tuntutan posisi, misalnya harus supel jika harus sering presentasi. Kepribadianmu juga harus klop dengan tim yang sudah ada dan tentunya kamu harus memiliki sikap yang menyenangkan.
Jika kamu keras kepala atau sulit menerima pendapat orang lain, pelamar lain yang lebih mudah diajak kerja sama pasti akan lebih dipilih.
6. Nekat melamar bisa membuka pintu peluang lain
Keuntungan lain kalau kamu memberanikan diri untuk melamar pekerjaan tersebut adalah, nama kamu bakal masuk ke sistem database mereka.
Bisa saja kamu dinilai kurang cocok untuk posisi A, tapi si rekruter malah melihat potensi kamu lebih pas untuk posisi B yang kebetulan lagi lowong tapi belum diiklankan. Minimal, kamu jadi punya koneksi baru dengan orang-orang di industri tersebut.
Karena itu, jangan merasa kalah dulu. Kalau lowongan kerja itu menarik dan kamu merasa sanggup kerjanya, langsung kirim lamaranmu. Melewatkan kesempatan tanpa mencoba itu sayang banget, lho!
Artikel Terkait
Di Era Digital yang Serba Cepat Saat Ini, Attention Management Lebih Penting dari Time Management. Kok Bisa?
4 Alasan Mengapa Investasi Emas 1-2 Gram Jadi Solusi Cerdas Finansial di Tengah Fluktuasi Global
Kaki Terasa Sakit Setelah Lari? Cedera Shin Splints atau DOMS, Ya? Begini Perbedaan Keduanya!
Tren Gaya Hidup Minimalis dan Sober Living, Definisi Ulang Kata Sukses Ala Gen Z
Halo Gen Z! Yuk Investasi Produktivitas Kerja Lewat Tidur Teratur dan Hidrasi yang Cukup!
Teknologi dalam Genggaman untuk Sehat: Bagaimana Wearable Device Mempersonalisasi Olahraga Anda
Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat di Dunia, Kalahkan Dhaka dan Tokyo