kubikel

Peluang Kerja di Bidang Teknik Otomasi Masih Terbuka Lebar, Begini Cara Jadi Automation Engineer

Rabu, 19 November 2025 | 10:47 WIB
Ilustrasi: Bidang teknik otomasi masih terus berkembang. Bagaimana langkah menjadi insinyur otomasi? (Freepik/DC Studio)

Gelar S1 sudah cukup untuk memulai karier, tetapi kalau kamu ingin peluang lebih besar atau ingin masuk ke posisi yang lebih strategis, kamu bisa pertimbangkan S2.

Program yang relevan antara lain: Teknik Otomasi,  Teknik Robotikan, Manajemen Teknologi, atau Teknik Industri.

Baca Juga: Jurus Jitu Jadi Asisten Virtual untuk Pemula, Pilih Tools Penting dan Pintar Tentukan Tarif

Pendidikan lanjutan ini akan membantu kamu memperdalam keahlian teknis sekaligus membentuk kemampuan manajerial. Ini berguna kalau kamu ingin suatu hari memimpin tim atau mengelola proyek.

3. Cari pengalaman lewat magang

Setelah punya dasar teori, kamu perlu pengalaman langsung. Cari magang atau program internship di industri yang berhubungan dengan otomatisasi, misalnya:

• Pabrik manufaktur
• Industri otomotif
• Perusahaan energi atau utilitas
• Perusahaan teknologi atau integrator otomasi
• Perusahaan IT dengan fokus otomatisasi proses

Pastikan memilih industri yang sesuai dengan latar belakang kamu. Kumpulkan sertifikat magang atau pengalaman kerja karena ini sangat penting saat melamar pekerjaan.

4. Saatnya melamar pekerjaan

Untuk masuk ke dunia kerja, kamu butuh:
• CV yang jelas dan profesional
• Surat lamaran yang meyakinkan
• Portofolio atau daftar proyek (kalau ada)

Baca Juga: Peluang Besar Menjadi AI Trainer alias Pelatih AI, Supaya AI Menjadi Lebih Manusiawi

Kamu juga sebaiknya memiliki sertifikasi teknis karena perusahaan biasanya mencari orang yang paham sistem kontrol, PLC, HMI, robotik, sensor, atau pemrograman.

Kamu tidak harus menguasai semuanya, tetapi punya beberapa skill dasar akan sangat membantu.

Selain itu, sertifikasi manajemen proyek seperti PMP (Project Management Professional) juga bisa jadi nilai plus saat melamar kerja.

Jangan lupa tonjolkan juga soft skill seperti kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan pemecahan masalah. Karena industri otomatisasi sangat kolaboratif, jadi kemampuan ini sama pentingnya dengan skill teknis.

Halaman:

Tags

Terkini