5. Tingkatkan kemampuan dengan sertifikasi ISA
Kalau kamu sudah bekerja di posisi entry-level, langkah berikutnya adalah meningkatkan kompetensi lewat sertifikasi profesional. International Society of Automation (ISA) menawarkan dua sertifikasi populer:
• Certified Automation Professional (CAP). Cocok untuk profesional otomasi yang ingin menunjukkan kompetensi tingkat lanjut. Di Indonesia, kamu bisa mengikuti ujian ini melalui pusat ujian internasional.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah Kembali Dibahas: Pengamat Ingatkan Dampak pada Persepsi Masyarakat
• Certified Control Systems Technician (CCST). Cocok untuk teknisi atau engineer yang sudah pengalaman beberapa tahun di sistem kontrol.
Sertifikasi ini bukan wajib, tetapi sangat membantu kalau kamu ingin naik level ke posisi lebih senior atau memperluas peluang kerja internasional.
Menjadi insinyur otomasi memang membutuhkan waktu, tetapi sangat mungkin dicapai. Karena bidang teknik otomasi terus berkembang, peluangnya terbuka lebar untuk kamu yang mau serius menekuninya.
Artikel Terkait
Di JAFF, Penonton Bisa Menikmati Film-Film Indonesia Terbaru sebelum Tayang Resmi Di Bioskop
3 Kategori Tugas Virtual Assistant, dari yang Dasar hingga yang Butuh Keterampilan Khusus
10 Tugas Virtual Assistant yang Paling Banyak Dicari Klien, Tentukan sesuai Keterampilanmu!
Channel Youtube dengan 1 Juta Subscriber Naik 50 Persen Tiap Tahun, Tahun 2025 Ada 3000 Channel!
Lowongan Kerja Senior Software Engineer-Backend di GrabKios (PT Solusi Transportasi Indonesia)
Pernah Dikenal sebagai Bad Girl, Kini Paris Hilton Membangun Media dan Aktif dalam Advokasi Anak
Dirty Latte Menu Kopi yang Sedang Tren yang Awalnya Dibuat Karena Keluhan Pelanggan