Iklan-iklan ini sering kali menyamar sebagai perusahaan terkenal agar terlihat sangat meyakinkan, terutama kalau mereka menggunakan merek dagang curian dari perusahaan betulan.
Cara menghindari job scam
Saat mencari pekerjaan baru, kemampuan untuk membedakan antara penipuan dan peluang yang sebenarnya bisa melindungi dan menyelamatkan kamu dari berbagai masalah. Ini yang bisa kamu lakukan untuk menghindari job scam:
• Jangan pernah membalas pesan dari orang tak dikenal, meskipun hanya untuk mengetik "Ya" atau "Saya tertarik". Dengan menanggapi pesan mereka, kamu malah memberitahu penipu kalau nomor atau email kamu aktif. Hal itu akan membuat kamu jadi target lebih lanjut.
Baca Juga: Awas Penipuan Daring! Ini 5 Tips Anti-Scam dari Meta agar Tetap Aman Berselancar di Media Sosial
• Lakukan riset. Jangan cuma mengandalkan iklan lowongan kerja. Selalu verifikasi perusahaan melalui saluran resmi mereka. Gunakan LinkedIn atau Glassdoor untuk memastikan perusahaan tersebut terdaftar dan detailnya sesuai dengan lowongan kerja.
• Jangan mengirimkan uang. Hati-hati kalau kamu diminta memberikan uang atau informasi pribadi sejak awal. Perusahaan yang sah tidak akan pernah meminta pembayaran di muka untuk lamaran pekerjaan atau peralatan pelatihan.
• Cek juga rekening para penipu itu melalui Cekrekening.id, portal resmi dari Kemkomdigi. Sebelum kamu mengirimkan uang, cek apakah rekening tersebut pernah dilaporkan pengguna lain karena terindikasi penipuan transaksi online.
• Jangan buru-buru mengiyakan apapun permintaan mereka. Penipu menggunakan urgensi untuk memaksa agar kamu segera bertindak. Luangkan waktu untuk memeriksa tautan, lampiran, atau daftar pekerjaan sebelum terlibat.
Kalau komunikasi terasa aneh, menekan, atau meminta uang di muka, segera putus kontak. Ingat kata-kata sakti ini: Kalau kamu dipaksa mengirim uang untuk mendapatkan pekerjaan, hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan lowongan kerja.