kubikel

Kecurangan Kecil di Tempat Kerja Makin Dianggap Lumrah, Waspada Bibit Budaya Korupsi di Kantor!

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 67% karyawan mengaku akan ikut membuat klaim curang kalau hal itu sudah dianggap lumrah oleh rekan kerjanya. (Magnific/Rawpixel)

Berikut temuan utama dari laporan tersebut:

• 87% staf keuangan pernah mengabaikan klaim atau reimbursement kecil yang mereka curigai palsu.
• 67% karyawan mengaku akan ikut membuat klaim curang kalau hal itu sudah dianggap lumrah oleh rekan kerjanya.
• 64% merasa kecurangan kecil sah-sah saja dilakukan kalau mereka merasa kurang dihargai atau gajinya terlalu kecil.
• 57% akan membulatkan angka klaim pengeluaran atau uang bensin kalau merasa nggak bakal ada yang sadar.
• 93% merasa cemas akan ancaman penipuan berbasis AI dalam 12 bulan ke depan.
• 38% sudah menggunakan AI otonom (agentic AI) di sebagian proses keuangan mereka, dan 50% lainnya berencana menggunakannya dalam setahun ke depan.
• 86% menyebutkan kemampuan penggunaan AI kini masuk ke dalam penilaian kinerja (KPI) karyawan.
• 75% menilai penggunaan AI justru menambah rasa lelah dan pemicu burnout bagi karyawan.
• Hanya 27% yang mengaku mendapatkan pelatihan AI secara menyeluruh melalui program resmi dari kantor.

Baca Juga: Arya Saloka Harus Belajar Baca Al-Qur’an Lagi Demi Perannya sebagai Ustaz di Munafik: Melawan Iblis

Temuan ini memang sangat mengkhawatirkan. Karyawan itu nggak cuma memperhatikan aturan resmi kantor, tapi juga melihat apa yang terjadi kalau aturan tersebut dilanggar.

Kalau mark up atau klaim fiktif dibiarkan begitu saja tanpa pernah ditegur, karyawan bakal menangkap sinyal bahwa kecurangan finansial itu sudah dianggap lumrah oleh perusahaan. Di sinilah cikal-bakal budaya korupsi, waspada!

Halaman:

Tags

Terkini