- Negotiation dan conflict management
Relation Manager sering berada di tengah kepentingan yang berbeda. Karena itu perlu kemampuan dalam bernegosiasi; melakukan mediasi; mencari win-win solution; meredakan konflik; menghadapi pihak yang emosional; dan membedakan masalah substansi dan masalah persepsi.
Yang penting adalah tidak setiap konflik harus dimenangkan. Yang dicari adalah solusi yang memungkinkan hubungan tetap berjalan.
- Problem-solving
Stakeholder sering datang bukan membawa pertanyaan, tetapi masalah. Relation Manager harus mampu:
- memahami masalah;
- mencari akar persoalan;
- menentukan pihak internal yang harus dilibatkan;
- mencari alternatif solusi;
- mengkomunikasikan solusi;
- memastikan tindak lanjutnya.
Jadi, kemampuan kemampuan untuk memastikan sesuatu yang sudah dijanjikan, disepakati, atau dimulai benar-benar ditindaklanjuti sampai selesai (follow-through) sangat penting.
Baca Juga: 3 Skill Akuntan yang Makin Perlu Dimiliki, Salah Satunya Kreativitas dalam Problem Solving
- Business acumen
Relation Manager perlu memahami bisnis organisasinya. Minimal memahami produk/jasa; pelanggan; revenue model, biaya, risiko, competitor, regulasi, strategi perusahaan.
Kalau tidak memahami bisnis, ia hanya menjadi "orang komunikasi", bukan strategic relationship manager.
- Emotional intelligence (EQ)
Ini sangat penting tetapi sering tidak tertulis dalam job description. Kemampuan ini meliputi self-awareness, pengendalian emosi, membaca emosi orang lain, empati, kemampuan menjaga hubungan ketika terjadi tekanan.
Contohnya, ketika stakeholder marah, Relation Manager tidak ikut marah atau langsung membela perusahaan.
Ia mampu berpikir: "Saya tidak harus menyetujui emosinya, tetapi saya harus memahami sumber emosinya."
- Strategic thinking
Pada level senior, Relation Manager tidak cukup hanya menjaga hubungan. Ia harus mampu menjawab apa yang membuat sebuah hubungan itu penting bagi organisasi.
Misalnya:
- Siapa stakeholder yang paling berpengaruh?
- Siapa yang paling terdampak?
- Hubungan mana yang harus diprioritaskan?
- Risiko apa yang muncul jika hubungan memburuk?
- Peluang apa yang bisa dikembangkan?
Ini mengubah relationship management dari aktivitas administratif menjadi fungsi strategis.
- Networking
Networking bukan sekadar “mengumpulkan kartu nama”, ia harus mampu secara efektif: