PejuangKantoran.com - Dalam setiap aspek dalam pekerjaan kita sehari-hari, selalu ada masalah yang perlu diselesaikan. Baik karyawan baru maupun dewan direksi akan menghadapi masalahnya sendiri-sendiri, di mana mereka harus mampu mengambil keputusan untuk menyelesaikannya.
Untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab, ada dua jenis pemikiran yang membantu kita mewujudkannya, yaitu berpikir analitis (analytical thinking) dan berpikir kritis (critical thinking).
Seringkali, kedua hal tersebut digunakan secara bergantian, padahal sebenarnya merupakan dua jenis pemikiran yang berbeda.
Baca Juga: 7 Pekerjaan Bergaji Tinggi untuk Kamu yang Punya Skill Berpikir Analitis dan Suka Membaca Data
Berpikir analitis melibatkan pemecahan informasi kompleks menjadi beberapa bagian untuk memahami struktur yang mendasarinya, sedangkan berpikir kritis melibatkan evaluasi informasi dan membuat penilaian berdasarkan bukti-bukti.
Untuk memahami perbedaan berpikir analitis dan berpikir kritis, kamu perlu mengeksplorasi makna dari masing-masing keterampilan tersebut.
Beda analytical thinking dan critical thinking
Keterampilan berpikir analitis dan berpikir kritis adalah dua proses kognitif penting yang memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda.
Berikut penjelasan Emmanuel Jesuyon Dansu, Assistant Professor di Tohoku University, Sendai, Jepang, tentang perbedaan berpikir analitis dan berpikir kritis.
Berpikir analitis
Pemikiran analitis memecah isu atau konsep yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dicerna.
Baca Juga: Memahami Kemampuan Berpikir Analitis, Skill yang Amat Dibutuhkan dalam Banyak Bidang Pekerjaan
Hal ini merupakan proses logis untuk memecahkan permasalahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat, bisnis, dan manajemen.
Aspek kunci dari analytical thinking meliputi:
1. Menguraikan masalah: Pemikir analitis membagi masalah yang besar dan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dapat dikelola untuk memahaminya dengan lebih baik.
Artikel Terkait
Taman Safari Indonesia Buka Lowongan Pekerjaan Sebagai Internal Audit Staff
Studi: Pekerjaan Ini Bisa Buat Otak Kamu Lebih Cerdas di Masa Tua
3 Kalimat Toxic yang Tidak Pernah Diucapkan Orang-Orang Sukses, Hati-hati Bakal Jadi Manifestasi!
Tiket Festival Lampion Waisak 2024 di Borobudur Sold Out
Orang yang FOMO dan Berkepribadian Dark Triad Cenderung Menggunakan Ponsel Saat Mengemudi
Cara Menjawab Pertanyaan “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Wawancara Kerja
Begini Contoh Jawaban Jika Ditanya: “Bagaimana Kamu Mendefinisikan Kesuksesan?” saat Interview