Muncul Fenomena Tornado Api di Kebakaran Gunung Bromo yang Makin Meluas, Ini Penjelasan BMKG

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 13 September 2023 | 07:00 WIB
Muncul kobaran api yang disebut warga sebagai tornado api di kawasan kebakaran di Gunung Bromo.  (Twitter @infobmkgjuanda)
Muncul kobaran api yang disebut warga sebagai tornado api di kawasan kebakaran di Gunung Bromo. (Twitter @infobmkgjuanda)

PejuangKantoran.com - Kebakaran di Gunung Bromo belum usai. Pada Minggu (10/9/2023) lalu beberapa kali terlihat muncul kobaran api yang berputar di tengah kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas. Orang-orang menyebutnya tornado api.

Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Juanda Teguh Tri Susanto, hal itu bukanlah tornado api, melainkan sebuah fenomena yang disebut dust devil.

Kebakaran di Gunung Bromo menimbulkan pusaran kecil, tetapi kuat, yang terjadi ketika udara kering dan sangat panas.

Baca Juga: Saran Mantan Guru Vokal Agnez Mo untuk Putri Ariani Hadapi Final America's Got Talent 2023

Lalu, karena ketidakstabilan yang terjadi di permukaan tanah dan naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya, udara kering tersebut membentuk aliran berupa pusaran yang membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya, termasuk api.

"Namun (di Gunung Bromo) objeknya dominan api, hal tersebut terjadi karena ada pemanasan udara oleh api," kata Teguh, menjelaskan yang terjadi beberapa kali di Gunung Bromo, minggu lalu.

Dust devil ini dapat terbentuk saat terjadi pemanasan matahari yang cukup intensif. Apalagi ditambah dengan tutupan awan yang sangat sedikit, banyaknya debu dan pasir, serta kelembaban permukaan tanah yang rendah.

Teguh menambahkan, “Fenomena ini umum terjadi di tanah lapang yang minim hambatan. Karena udara panas menimbulkan pusat tekanan rendah dan menyebabkan terbentuknya pusaran udara dari udara di sekelilingnya yang lebih dingin,” ucapnya.

Baca Juga: Niat Berjemur, Turis Lokal Malah Diusir dari Pantai yang Menghadap Sebuah Hotel di Bali

Meski terlihat persis seperti tornado atau puting beliung, tetapi fenomena ini berbeda. Dust devil terjadi dalam waktu singkat dan tak bersifat destruktif. Selain itu, pusaran api ini juga bukan berasal dari awan cumulonimbus, seperti puting beliung.

“Namun (terjadi dust devil) dari pemanasan lokal, kecepatan angin tidak terlalu tinggi. Dampak yang disebabkan tidak menghancurkan, waktunya nggak lama, kurang dari satu menit,” jelasnya.

Penyebab kebakaran di Gunung Bromo karena foto prewedding

Bagi kamu yang belum tahu, kebakaran di Gunung Bromo yang sekarang semakin meluas hingga ke Kabupaten Malang dan Pasuruan ini disebabkan oleh sesi foto prewedding yang dilakukan pada Rabu (6/9/2023).

Saat itu, tim fotografer dan pasangan pengantin meninggalkan flare dalam keadaan belum padam sepenuhnya sehingga percikan apinya mengenai rumput kering yang menimbulkan kebakaran.

Karena tidak dipadamkan sejak awal, kebakaran di Gunung Bromo semakin membesar dan akhirnya meluas ke berbagai titik, sehingga belum bisa dipadamkan sampai sekarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Youtube @Kompascom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X