PejuangKantoran.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal 2020 telah memukul ekonomi global. Anjuran pemerintah di seluruh dunia agar warganya beraktivitas di rumah saja, menyebabkan bisnis bertumbangan. Tak terkecuali bisnis pariwisata.
CEO Airbnb Brian Chesky, yang mendirikan Airbnb pada tahun 2008, mengatakan dalam podcast The Diary of a CEO bersama Steven Bartlett, bahwa perusahaan tersebut terkena dampak lockdown yang mengharuskan orang untuk tinggal di rumah mereka.
Akibatnya Airbnb, marketplace yang menawarkan properti pribadi sebagai akomodasi liburan, harus memberhentikan 25% tenaga kerjanya, atau sekitar 1.900 orang, untuk memangkas biaya.
Baca Juga: Maskapai Penerbangan Korea Utara, Air Koryo, Kembali Beroperasi Pasca Pandemi Covid -19
Brian Chesky bahkan disebut turun tangan langsung untuk membantu karyawan mendapatkan pekerjaan usai di-PHK.
Chesky menjelaskan kepada Bartlett bahwa dia ingin orang-orang meninggalkan perusahaan itu dengan "bermartabat", dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik.
“Kami membuat direktori alumni di mana jika Anda diberhentikan, Anda dapat memilih untuk masuk ke direktori publik, kami mempublikasikan informasi Anda, dan kami mengarahkan perekrut ke informasi Anda,” katanya.
“Kami akhirnya mendapatkan ratusan ribu perekrut dan orang-orang yang mengunjungi profil tersebut, dan banyak dari orang-orang tersebut dipekerjakan kembali.”
Dia menambahkan bahwa itulah cara dia ingin dikenang. Dia hanya ingat bahwa ketika ia berada dalam bahaya, di saat-saat tergelap, ia sangat mengkhawatirkan bagaimana mereka akan bertahan.
Lebih dari itu, Chesky juga mencoba menelepon CEO perusahaan lain untuk melihat apakah mereka dapat mempekerjakan staf Airbnb yang sudah diberhentikannya.
Baca Juga: Tren Frugal Travel, Liburan Irit Tapi Puas dan Penuh Makna
Chesky menggambarkan PHK tersebut seperti "putus dengan 2.500 orang". Menurutnya, dia sangat mencintai semua karyawannya.
Saat mem-PHK karyawannya, Chesky memberikan paket pesangon sangat besar. Staf yang diberhentikan menerima gaji pokok selama 14 minggu, ditambah satu minggu tambahan untuk setiap tahun yang mereka habiskan di perusahaan.
Selain itu karyawan juga menerima satu tahun perlindungan asuransi kesehatan, dan dukungan kesehatan mental selama empat bulan. Mereka juga dapat menyimpan laptop yang dikeluarkan perusahaan.
Setelah mengirim email tentang PHK kepada staf, Chesky menerima ratusan surat berisi ucapan terima kasih dari orang-orang yang telah diberhentikan. Bukan hanya karena tunjangannya yang besar, tetapi karena dia melakukan PHK dengan hormat.
Artikel Terkait
Kecewa karena Sering Ditolak Setelah Wawancara Kerja? Jangan Menyerah dan Lakukan Ini!
HSBC Akan Mengakuisisi Bisnis Manajemen Kekayaan Ritel Citi di Tiongkok
Para CEO Perusahaan Teknologi Israel Rela Tinggalkan Bisnis untuk Menjadi Tentara Cadangan
Bekerja Keras Sebelum Menikah, Atiqah Hasiholan Bersyukur Sekarang Waktunya untuk Keluarga
Masih Mendominasi 10 Acara TV Teratas di Netflix, One Piece Siap Memasuki Season ke-2
Kesempatan Terakhir Nih, Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 62 Sudah Dibuka!