“Ada cacat hukum dalam pengambilan keputusan MK. Hakim-hakim membawa MK jauh ke ruang-ruang politik. Padahal MK dan DPR serta lembaga kepresidenan sejajar, tidak boleh saling intervensi,” sebut Danis.
Majunya Gibran menjadi Cawapres juga dinilai berdampak negatif terhadap politik di anak muda. “Hari ini kita sedang menghadapi era bonus demografi. Anak muda harus mulai dipercaya dan diberikan peluang mengisi jabatan-jabatan strategis, agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban demografi. “ Kata Danis.
Baca Juga: Final Call: Siap Seseruan Bareng Festivibes di Jakarta, Akan Ada Lomba Mukbang Juga Lho!
“Tetapi dengan jalan dan aturan yang benar, dengan prestasi bukan prestise,dengan demokratis bukan dengan oligarkis. Anak muda harus dipahamkan tentang pentingnya nilai-nilai religiusitas, nasionalisme dan kenegarawanan,” imbuh Danis yang juga Dosen Ilmu Politik di UPN Veteran Jakarta ini.
Artikel Terkait
Mainkan Kreativitas di Art Festival 2023, Ada Apa Saja?
Final Call: Siap Seseruan Bareng Festivibes di Jakarta, Akan Ada Lomba Mukbang Juga Lho!
Cara Menulis Profil di CV yang Sesuai Kriteria Pekerjaan, Agar Lolos Seleksi Berkas oleh HRD
Erick Thohir Saat Ditanya Langkah Politik Ke Depan: Saya ini Pekerja
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Saat Masih Aktif Bekerja, Cek Dokumen yang Diperlukan!
Pensil Alis Ada di Art Festival 2023, kok Bisa?
Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Mengenal Sepatu Lokal Compass Pilihan Kaesang Pangarep
Kemendikbudristek dan Titimangsa Rilis Podcast Sandiwara Sastra Berdasarkan Legenda Urban
Jadi Lagu Selebrasi Saat Mencetak Skor, 'Rungkad' Go International berkat Megawati Hangestri