PejuangKantoran.com - Pada 17 November 2023 kemarin, dewan direksi OpenAI secara mengejutkan menggulingkan pendirinya, Sam Altman. Sejak saat itu, dewan direksi menghadapi kritik keras dari para klien dan investor OpenAI.
Bahkan, Bloomberg melaporkan bahwa upaya untuk mengembalikan Sam Altman sebagai CEO telah melibatkan Microsoft, pemegang saham terbesar OpenAI.
Namun, dewan direksi tidak bergeming dengan keputusannya. Mereka akhirnya menunjuk Mira Murati menjadi orang yang menggantikan posisi Sam Altman sebagai CEO OpenAI.
Baca Juga: Ditanya Kenapa Suka Banget Main Film Horor, Taskya Namya: Saya Belajar Banyak dari Film Horor!
Mira Murati sendiri bukan orang baru di perusahaan teknologi kecerdasan buatan itu. Selama bertahun-tahun, perempuan 34 tahun ini sudah bekerja di balik layar di OpenAI.
Sebelumnya, Mira Murati bertugas mengawasi pengembangan dan pengiriman produk revolusioner seperti ChatGPT dan DALL-E. Sekarang, ia ditunjuk sebagai kepala eksekutif, meskipun masih bersifat sementara.
Siapa sosok Mira Murati?
Lahir di Albania dan mengenyam pendidikan di Kanada, Mira merupakan seorang insinyur mesin yang pernah membuat mobil balap hibrida saat masih menjadi mahasiswa di Dartmouth College.
Ia bergabung dengan OpenAI pada 2018 setelah bekerja di Tesla, tempat ia memiliki peran penting dalam pengembangan mobil Model X. Di sinilah Mira mengenal AI dan menginspirasinya untuk mencari pekerjaan di bidang tersebut.
Pengangkatan dirinya sebagai CEO dilakukan pada hari yang sama saat dewan direksi OpenAI memecat Sam, salah satu pendiri dan kepala eksekutif perusahaan.
Alasan dipilihnya Mira adalah karena perusahaan menganggap ia memiliki "keahlian yang unik", dan diyakini akan memberikan transisi yang mulus selagi perusahaan melakukan pencarian formal untuk CEO permanen.
Baca Juga: Review Gadis Kretek: Ketika Jeng Yah Menerima, Tak Semua Rela Berjuang demi Cinta
Meskipun sejak tahun lalu Mira telah menyandang gelar Chief Technology Officer, tetapi para karyawan dan mantan karyawan mengatakan bahwa ia juga berfungsi sebagai kepala operasi perusahaan.
Selain memastikan bahwa para insinyurnya mengembangkan versi ChatGPT sesuai jadwal, ia juga menangani hubungan perusahaan dengan Microsoft, investor dan mitra yang telah menggunakan teknologi OpenAI.
Mira bahkan membantu membentuk kebijakan kecerdasan buatan di Washington dan Eropa.
Artikel Terkait
Mudik ke Madura, Mahfud MD Ajak Masyarakat Menjemput Sejarah Menyelamatkan Indonesia
Pakar Hukum Tata Negara: Pelengseran Presiden Sudah Memenuhi Unsur Konstitusi
Yenny Wahid Ingatkan Pesan Rasulullah untuk Memilih Pemimpin dari Hati seperti Ganjar-Mahfud
Usai Dikudeta di Perusahaan Sendiri Open AI, Sam Altman Malah Direkrut Jadi CEO Ketiga Microsoft
Selamat, Indonesia Negara Paling Dermawan di Dunia Untuk Keenam Kalinya!
Selain Sat Set, Ini Kriteria Capres dan Cawapres yang Bakal Didukung Yenny Wahid
Diharapkan Naik 15%, UMP Jakarta 2024 Cuma Naik 3,38%. Jadi, Berapa Gaji Pegawai Jakarta Tahun Depan?
Tak Perlu Diurus Secara Fisik, Manfaat Taspen sebagai Pengelola Jaminan Sosial ASN Makin Terasa