PejuangKantoran.com - Ada satu perubahan yang diinginkan karyawan pada 2024 nanti. Mereka menganjurkan perubahan dalam dinamika tempat kerja dengan memprioritaskan kejelasan kerja daripada mementingkan keharusan masuk kantor atau absensi.
Menurut Laporan Tren Kerja Digital 2023 Slingshot, tenaga kerja menekankan perlunya prioritas yang jelas (42%) dan deadline yang telah ditetapkan (30%) untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka secara efektif.
Dari laporan ini, terlihat perbedaan yang signifikan antara standar kinerja yang diantisipasi dari para pemimpin dan persyaratan mendasar yang dicari karyawan untuk produktivitas kerja yang optimal.
Baca Juga: MBloc Group Buka Lowongan Kerja Group HR & GA Manager, Diutamakan yang Pengalaman di Bisnis Kreatif
Karyawan menyatakan perlunya prioritas kerja yang terdefinisi dengan baik, deadline, dan beban kerja yang dapat dikelola, untuk merampingkan produktivitas kerja dan kinerja mereka.
Kenyataan yang dialami para pekerja
Dean Guida, pendiri Slingshot, menyebutkan bahwa karyawan saat ini menghadapi tantangan besar dalam bekerja karena jadwal kerja yang terlalu padat, prioritas kerja yang tidak jelas, dan deadline yang tidak ditentukan.
Begitu juga dengan kurangnya visibilitas dan keselarasan di seluruh tim, yang berkontribusi pada hilangnya produktivitas dan deadline yang terlewat.
"Karyawan sering merasa kelebihan beban, tidak yakin dengan prioritas kerja dan deadline, serta takut untuk mengatakan 'tidak' pada pekerjaan tambahan, bahkan ketika mereka sudah memiliki terlalu banyak pekerjaan,” jelasnya,
Salah satu pengamatan utama dalam laporan Slingshot, menunjukkan bahwa ketika karyawan menangani terlalu banyak proyek secara bersamaan (37%), kurangnya kejelasan tentang prioritas (25%), atau bekerja tanpa deadline yang ditetapkan (17%), produktivitas mereka terpengaruh secara signifikan.
Baca Juga: Wow Denpasar Jadi Kota Kuliner Terbaik Ke-6 Buat Pecinta Makanan dari Seluruh Dunia
Bahkan, 64% karyawan melaporkan kehilangan setidaknya 1 – 2 jam produktif setiap hari karena tidak adanya deadline dan 22% karyawan kehilangan 3 – 4 jam setiap hari.
Pemimpin
Kebalikan dari apa yang diyakini selama ini, meningkatkan frekuensi rapat ternyata tidak lantas membuat produktivitas meningkat.
Jika pemimpin sering merasa perlu melakukan pengawasan ketat ketika kualitas kerja menurun atau deadline dilanggar, karyawan merasa pimpinan terlalu ikut campur (ini yang disebut micromanagement) ketika mereka terlalu sering diminta masuk kantor (45%) atau meeting berlebihan (43%).
Artikel Terkait
Hasil Autopsi Sudah Keluar, Ahli Jelaskan Penyebab Meninggalnya Matthew Perry dan Efek Akut Ketamin
Menolak Undangan Perayaan Natal Tak akan Membuat Tuan Rumah Tersinggung. Ini Alasannya!
3 Tanda Karyawan Red Flag di Kantor yang Harus Diwaspadai, karena Biasanya Sulit Diajak Kerja Sama
Laudya Cynthia Bella Sebut Dialog Buya Hamka dalam Film Hamka & Siti Raham Vol 2 Sangat Mahal
Cara Menghitung Tarif Pajak Baru untuk Freelancer yang Berlaku di 2024
Jakarta Masuk Daftar 10 Besar Kota di Dunia yang Terpilih Jadi 'Best in Travel 2024' versi Lonely Planet
Ini Dia Tren Kecantikan 2024 yang Bakal Populer, Simak di Sini