Meski Kerap Berkeluh-kesah, Ternyata Ada Beberapa Hal yang Bikin Gen Z Puas Saat Bekerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 Desember 2023 | 21:36 WIB
Ilustrasi: Meskipun sering berkeluh-kesah, umumnya karyawan Gen Z cukup puas dengan pekerjaan mereka. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Meskipun sering berkeluh-kesah, umumnya karyawan Gen Z cukup puas dengan pekerjaan mereka. (Freepik/Pressfoto)

Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa para pekerja muda ini—yang mencakup Gen Z dan milenial termuda—masih kurang senang dengan pekerjaan mereka jika dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Baca Juga: Agar Bisa Lebih Persuasif dan Lebih Baik Mengambil Keputusan, Perhatikan Kapan Kamu Melakukannya!

Jadi, bisa dibilang tingkat kepuasan pekerja akan meningkat seiring bertambahnya usia. Itulah sebabnya pekerja muda lebih mungkin berbicara negatif tentang pekerjaannya, jika dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Meski begitu, penelitian yang sama juga menemukan, hanya kurang dari sepertiga dari kelompok termuda yang disurvei merasa sangat puas dengan gaji yang diterima dan peluang mendapatkan promosi yang mereka dapatkan. 

Inilah yang kemungkinan menjadi penyebab tren populer seperti quiet quitting dan bare minimum Mondays juga berkembang. Tren ini menggambarkan upaya Gen Z untuk mengurangi tugas-tugas dalam pekerjaan mereka, tanpa benar-benar meninggalkan pekerjaannya.

Meskipun ada kemungkinan tingkat kepuasan Gen Z turun selama 2023, tetapi berdasarkan hasil survei tersebut, sepertinya itu tidak mungkin sedrastis seperti video TikTok yang sangat populer.

Baca Juga: Ingin Kerja di Luar Negeri Tahun 2024? Swedia Buka Lowongan Kerja untuk 100 Ribu Tenaga Kerja Asing!

Jadi, bisa dibilang bahwa apa yang viral di media massa, kemungkinan tidak semuanya benar dan tidak mewakili generasi secara keseluruhan. Survei membuktikan bahwa Gen Z masih “butuh” pekerjaan. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X