Usai Nataru, Warga Lain Sudah Pulang dari Liburan, Warga China Masih Jalan-jalan

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Januari 2024 | 20:03 WIB
Bikago, perusahaan persewaan sepeda motor dan skuter di Bali dan Phuket, Thailand, membuka lowongan Social Media Manager. (Bikago.com)
Bikago, perusahaan persewaan sepeda motor dan skuter di Bali dan Phuket, Thailand, membuka lowongan Social Media Manager. (Bikago.com)

PejuangKantoran.com - Usai libur Natal dan Tahun Baru atau nataru, di berbagai negara, sudah banyaknya yang pulang dari liburan.

Warga Indonesia, misalnya, selepas liburan nataru, sudah kembali ke rumah dan bekerja seperti biasanya pada hari keempat 2024.

Uniknya, warga China punya perilaku lain lagi.

Masih banyak warga China yang berjalan-jalan ke luar negeri, bahkan setelah libur nataru.

Salah satu destinasi pariwisata bagi warga China adalah negara Thailand.

Laman bangkokpost.com edisi Kamis 4 Januari 2024 menulis masih banyak warga China yang mendarat di Bangkok, kini.

"Masih banyak warga China yang masuk melalui enam bandar udara internasional di Thailand," tutur Menteri Transportasi Thailand Surya Jungrungreangkit.

Menteri Surya Jungrungreangkit menyebut keenam bandar udara internasional di Thailand itu adalah Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Chiang Rai, Phuket, dan Hat Yai.

China

Pernikahan Poyd Treechada dengan Crazy Rich Thailand
Pernikahan Poyd Treechada dengan Crazy Rich Thailand (IG: poydtreechada)

Menteri Transportasi Thailand Surya Jungrungreangkit mengatakan bahwa tingginya animo warga China melancong ke Thailand adalah peluang.

Bahkan, sejak awal 2024, pemerintah Thailand sudah mematok jumlah kedatangan turis China hingga 8 juta orang hingga 2024 usai.

Pelancong China pernah mencatatkan rekor jumlah terbesar berwisata ke Thailand pada 2019 silam.

Dalam jangka waktu itu, dari 40 juta turis ke Thailand, 11 juta di antaranya adalah turis asal China.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X