Untuk Jadi Juara Catur, Coaching Clinic Saja Tidak Cukup

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Minggu, 14 Januari 2024 | 18:49 WIB
Ilustrasi olahraga catur (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)
Ilustrasi olahraga catur (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Untuk coaching clinic ini, GM Susanto Megaranto punya pandangan sendiri.

Catatan atlet catur Indonesia, Master FIDE (FM) Satria Duta Cahaya
Catatan atlet catur Indonesia, Master FIDE (FM) Satria Duta Cahaya (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

"Mungkin mulai dari awal, start-nya coaching clinic, lalu Anda bisa belajar lagi sendiri," tutur GM Susanto Megaranto, pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, pada 8 Oktober 1987 ini.

Prestasi atlet catur Indonesia, Master FIDE (FM) Arif Abdul Hafiz.
Prestasi atlet catur Indonesia, Master FIDE (FM) Arif Abdul Hafiz. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Grand Master Susanto Megaranto juga menambahkan bahwa berlatih catur pun adalah bagian penting untuk menjadi juara catur.

"Latihan itu seperti kita makan sehari-hari, tidak boleh berhenti," imbuh GM Susanto Megaranto.

Lebih lanjut, dalam hemat GM Susanto Megaranto, untuk jadi juara catur, coaching clinic saja tidak cukup.

Sementara itu, Direktur SCUA Kristianus Liem membeberkan informasi bahwa SCUA Kota Bekasi memiliki berbagai kegiatan latihan dan pertandingan termasuk peresmian Museum Catur Indonesia pada 2024 ini.

Direktur Sekolah Catur Utut Adianto atau SCUA, Kristianus Liem
Direktur Sekolah Catur Utut Adianto atau SCUA, Kristianus Liem (PEJUANGKANTORAN.COM/Josephus Primus)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X